IFL Goes to School
Also posted on Indonesian Future Leader’s website
Hai Future Leaders! Seperti yang kita ketahui bersama, pada tanggal 30 September 2009 Ranah Minang diguncang gempa dahsyat, yang praktis meluluhlantahkan banyak sarana publik, termasuk sekolah. Banyak sekolah-sekolah yang hancur, dan hingga kini pasca 3 bulan terjadinya peristiwa tersebut, masih banyak siswa/i yang harus belajar di bawah tenda. Pada tanggal 5 Januari2009 yang lalu, Indonesian Future Leaders dapat kesempatan untuk memotivasi anak-anak muda di kota Padang, tepatnya di SMA Negeri 1 Padang. SMA Negeri 1 Padang merupakan salah satu sekolah unggulan di kota Padang, dan banyak melahirkan para pembesar di negeri ini. Misalnya saja, Bapak Gamawan Fauzi yang kini menjadi Menteri Dalam Negeri. Bahkan, President IFL juga dibesarkan dari sekolah yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman 1 ini. Terbatasnya ruangan untuk menampung antusiasme siswa-siswi SMA 1 Padang membuat Iman (President IFL) harus presentasi sampai 3 kali, di 3 lokasi yang berbeda. Mulai dari auditorium, ruang kelas, hingga ruang kelas sementara (menggantikan ruang kelas yang hancur akibat gempa) dikunjungi oleh IFL untuk sekedar berbagi tips tentang “how to be a high quality student”. Menurut Iman yang menjadi pemateri pada roadshow kali ini, ada 10 tips yang perlu diperhatikan kalau kita mau jadi siswa yang qualified:
1. DARE TO DREAM, DETERMINE YOUR RESOLUTIONS
2. FOCUS
3. SEE OPPURTUNITIES, by enlarging your network and keep updating information
4. KEEP DEVELOPING YOUR SKILLS
5. BE COMPETITIVE
6. GET YOUR STRATEGY, by taking the right choice and time management
7. Be Creative ::::: ACT, INITIATE, SHARE, INSPIRE
8. GET SUPPORTS
9. KEEP EVALUATING AND IMPROVING
10. JUST PERFORM
10 tips itu diulas secara dalam oleh Iman, dan makin menambah antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Pada kegiatan ini, Iman juga mengajak para siswa untuk membuat resolusinya masing-masing selama menjadi siswa SMA. Dan macam-macam resolusi yang muncul, mulai dari juara kelas, menang olimpiade, juara futsal, rajin ibadah, ikutan exchange student, hingga dapat jodoh. Haha.. Pada kegiatan ini, Iman juga menekankan tentang betapa pentingnya keputusan saat penjurusan di masa SMA. Di mana kita harus berani memutuskan yang terbaik untuk kita, sesuai dengan minat dan bakat kita. Pada sesi tanya jawab, juga banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari anak-anak SMANSA (SMA N 1 ), misalnya “bagaimana cara mengatur waktu supaya kita bisa mengejar banyak mimpi kita di waktu yang bersamaan? bagaimana supaya kita tetap bisa berprestasi dengan kita jadi diri sendiri, dan terlepas dari bayang-bayang senior? bagaimana tips dan trik dapat PMDK?” dan masih banyak lagi. Indonesian Future Leaders sendiri memang nggak dibayar untuk kegiatan semacam ini, karena pilar dari misi kita “SHARE” dan “INSPIRE” bisa diwujudkan melalui kegiatan seperti ini. Tak kurang dari 200 siswa yang berpartisipasi dalam kunjungan di SMA 1 kali ini sepakat bahwa mereka mau memulai hari esok dengan langkah dan persiapan yang matang. Mereka nggak mau lagi meratapi cobaan yang diberikan Tuhan, tapi mereka mau bangkit dan meraih mimpi mereka! Salut!

Testimonial dari anak-anak SMA 1 dan foto-foto lainnya menyusul ya. Dan tunggu kehadiran IFL di sekolah kamu! Note: Bagi kamu yang ingin sekolahnya dikunjungi oleh IFL, tinggal kirimkan permohonan kamu melalui email indonesianfutureleaders@yahoo.com
Filed under: Cerita Lepas | 1 Comment
Pada tanggal 8 Januari 2010 yang lalu, saya dapat kesempatan untuk menghadiri acara Pernyataan Pers Tahunan MENLU RI (PPTM) 2010 yang diselenggarakan di Departemen Luar Negeri RI – Pejambon, Jakarta, dalam kapasitas saya sebagai Duta Muda ASEAN-Indonesia 2009. PPTM merupakan kegiatan tahunan yang digelar Departemen Luar Negeri RI di mana pada tahun ini bertajuk “Refleksi 2009, Proyeksi 2010”.
Pada pidatonya, Menteri Luar Negeri RI, , Dr. R.M. Marty M. Natalegawa, menyampaikan bahwa dekade pertama pada abad 2010 telah menjadi periode yang sangat bermakna bagi Indonesia. Pada periode tersebut dunia menyaksikan keberadaan Indonesia yang mampu menyeiringkan keberadaan demokrasi, Islam, dan modernitas. Tahun 2010. Indonesia juga mampu menunjukkan ketahanannya sebagai suatu bangsa dari berbagai macam ancaman multidimensional, termasuk separatisme.
Berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat internasional di tahun 2009 cukup menggetarkan: krisis keuangan, ekonomi, energi dan pangan; ancaman pandemik global; serta tantangan perubahan iklim, dan hal-hal yang bersifat multideminsional tersebut diperkirakan akan masih terjadi di tahun 2010. Tantangan-tantangan yang tidak mengenal batas Negara tersebut harus dihadapi dengan pendekatan multilateral.
Di Tahun 2010, Indonesia juga akan berupaya untuk menjembatani perbedaan masyarakat antarbangsa dan berperan aktif dalam sejumlah isu yang dihadapi masyarakat Internasional, khususnya dengan memanfaatkan partisipasi Indonesia pada G-20. Perhatian Indonesia terhadap berbagai tantangan global di tahun 2010 ini tidak akan menurunkan komitmennya bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasannya sendiri – Asia Tenggara, sejalan dengan keberadaan ASEAN sebagai sokoguru politik luar negeri Indonesia.
ASEAN harus segera mengambil langkah konkrit ke arah ASEAN Community 2015, dan sejalan dengan itu Indonesia harus semakin siap dan kuat dari segi kontektivitas nasional, dan memperkuat diplomasi bilateral. Indonesia akan terus berupaya dalam meneguhkan motonya “Thousands Friends, Zero Enemy”. Sejumlah persoalan lain, seperti masalah: tenaga kerja Indonesia; terorisme, dan isu-isu intermestik – yaitu isu yang mencerminkan semakin kaburnya perbedaan antara isu-isu internasional dan domestik, turut menjadi perhatian kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Marty Natalegawa juga menyerahkan Adam Malik Award ke-8 yang diberikan setiap tahun kepada insan pers sejak tahun 2002 pertama kali digelar. Penghargaan Adam Malik Award 2010 diraih oleh Kategori Media Cetak, The Jakarta Post; Media Elektronik, Metro TV; Media Online, antaranews.com; Wartawan penulis berita terbaik, Natalia Santi dari Harian Umum Sore Sinar Harapan.
Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama, di mana pada kesempatan ini saya mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan para akademisi, diplomat senior Indonesia, Asia Marketing Guru – Hermawan Kertajaya, Mantan Menlu RI – Hasan Wirajuda, dan tak lupa tentunya Menlu RI saat ini Bapak Marty Natalegawa. Sungguh sebuah kesempatan dan pengalaman yang berharga bagi saya untuk mengambil bagian pada acara tersebut. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika saya hanya mengenal sosok Marty Natalegawa sebagai Dubes Indonesia untuk Inggris, dan merupakan dubes termuda saat itu. Sejak saat itu saya sudah mulai “ngefans” dengan beliau. Sosok yang sederhana, pintar, pekerja keras, dan loyal. Paket lengkap untuk seorang diplomat. Sejak saat itu setiap ditanya, siapa diplomat favorit anda? saya selalu menjawab dengan penuh keyakinan “Marty Natalegawa”. Sejak dulu saya selalu bermimpi, kapan saya bisa bertemu langsung dan berbincang langsung dengan beliau. Ternyata Tuhan punya rencana
Think Big, and Make it Hapen!
Filed under: Cerita Lepas | Leave a Comment
Resolusi 2010! THINK BIG!

Yes! 2010 udah datang, dan saatnya resolusi baru muncul. Well. Di tahun 2009, 8 dari 9 resolusi saya terwujud.. di tahun 2010 nggak mau kalah dong? 2010 mungkin akan jadi tahun yang bagus buat geting closer with my dreams.
PERSONAL
1. IPK 3,41 >>> Kenapa nanggung banget, ga 3,51 skalian? Haha. Yeah, mencoba realistis aja.. 2010 akan jadi tahun yang sibuk banget, dan bisa stabil aja udah syukur banget. Hehehe. Dan it’s good enough lah buat mencapai resolusi lain di 2010.
2. Lebih produktif lagi dalam mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.
Yeah, insya Allah program edukasi ChildrenBehindUs bisa diperpanjang, ga cuma 6 bulan. Jadi masih bisa ngajar terus buat anak-anak yang kurang mampu. Dan karena ngerasain serunya jadi speakers dalam berbagai kegiatan di 2009, kayaknya jadi tertarik juga buat 2010. Moga-moga banyak yang ngundang! Hehehe
3. Les Bahasa Asing
Ok. Moga-moga ini bisa kesampaian. Apakah memperdalam B.Inggris lagi.. atau mungkin try something new, Perancis? Boleh juga.. haha
4. Punya Official Personal Blog
Haha. Yeah.. mengikuti saran banyak orang, dan mungkin juga sebagai sbuah kebutuhan.. Insya Allah di 2010 pengen beli domain dan hosting blog sendiri.
5. Tulisan dimuat di media cetak/online nasional
6. Ke luar Sumatera-Jawa
Sayang banget selama ini cuma keliling Sumatera atau Jawa aja. Padahal Indonesia luasss banget. Moga moga bisa dapet waktu dan moment yang pas.
7. Pergi ke negara yang selama ini belum pernah dikunjungin
KARIR
8. Sukses gelar roadshow IFL
Ayo. the founders.. Haha. moga-moga niatan kita buat gelar IFL Goes to School dan roadshow… berjalan dengan sukses ya. Termasuk Big Project kita di 2010.
9. Indonesian Future Leaders (IFL) lebih dikenal masyarakat.
Yeah. moga moga program kita lebih unggul dan bermanfaat, invited to some events, partnership makin lancar, highlighted by medias, etc. Impactnya moga-moga ada 100 active volunteers di 2010
10. Lebih kontributif sbg United Nations Population Fund (UNFPA) – Youth Advisory Panel (YAP) dan UNICEF Volunteers
11. Bisa memberikan perubahan dan manfaat bagi eksistensi dan kontribusi Duta Muda ASEAN Indonesia
Moga-moga seiring berjalannya 2010 nanti, akan ada hal hal tak terduga di luar resolusi ini. Ingetin terus ya! Keep up the spirit, THINK BIG, and MAKE IT HAPPEN!
Filed under: Cerita Lepas | Leave a Comment
REFLECTION TIME! Apa kabar 2009?
Mm. tinggal beberapa hari jelang dimulainya hari pertama di tahun 2010. So, apakah itu pertanda 2009 akan segara berakhir? Haha. answer by your self!
Mungkin banyak media cetak maupun elektronik yang sudah mulai menayangkan ataupun menampilkan berbagai program ataupun rubrik mengenai “napak tilas” perjalanan bangsa ini atau bahkan dunia sepanjang 2010. Pada kesempatan kali ini, saya nggak mau ngebahas tentang itu, karena yeah.. ini saatnya bagi kita semua buat refleksi juga sudah sejauh apa sih kita saat ini melangkah? seberapa siap kita menatap 2010? Apa pelajaran yang bisa diambil selama 2009? Dan tentunya apa saja rencana kita di 2010? postingan ini lebih kepada keinginan saya untuk merefleksi diri sendiri dan orang orang di sekitar saya bisa merefleksi seorang “Muhamad Iman Usman”, good or bad, right or wrong, semuanya harus ada evaluasi kan?
Lalu apa yang akan di napak tilas?
Memulai hari di 2009 saya sempat posted di blog ( http://imanusman.co.cc ) tentang apa saja yang ingin saya capai atau lakukan selama 2010? No offense, no hint reason! Mungkin banyak yang nanya kenapa sih resolusi pribadi sampai harus di ceritain ke orang orang? mau pamer? mau unjuk diri?
Simply, saya pernah diajarin oleh beberapa orang “kalo kamu punya mimpi! Tell people, jangan dipendam aja! Jadi orang akan ngingatin kamu apakah kamu udah bisa mencapai mimpi itu?”. Dipikir-pikir iya juga yah.. at least kalo ada orang yang tau, dan kemudian nanya, saya bisa jadi lebih termotivasi buat mencapai itu. seolah-olah masih punya hutang. Dan… Yeah! supaya ga lupa aja. Kadang kala kita sering bilang “ya udah.. jalanin aja hidup ini. akan ada banyak kejutan manis”. Mungkin bagi sebagian orang berlaku, but personally for me NOT! Bagi saya (entahlah bagi orang lain), ketika saya bermimpi dan kemudian menikmati proses untuk mencapai itu, dan akhirnya menuai hasilnya, itu dia kejutan kejutannya. Bahkan kadang kejutan kejutan itu melebihi ekspektasi. Yah.. simply, kalo kamu hidup nggak ada tujuan, u know lah..
Orang hidup, pasti punya tujuan. Misalnya, pengen masuk surga. Nah untuk masuk surga dia akan bikin sejumlah program atau perencanaan. Let’s say mematuhi perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Nah kalimat itu tentu ga se simple itu. Ada follow up action nya kan? Nah begitu juga dengan resolusi.
Okay, lalu bagaimana hasilnya? Let me tell you, based on my experience.. di tahun 2009, saya memulai dengan resolusi seperti ini:
1. Lulus UN (Top 3 Sekolah)
2. Masuk HI UI / HI UGM
3. Ikut International Conference
4. Menang Lomba dengan status mahasiswa
5. Motor baru..
6. Join di UNICEF Voluntary Board
7. Khatam Qur’an lagi
8. Ke Bali
9. Networking
Lalu bagaimana hasilnya?
Ayo, kita analisa satu persatu?
1. Lulus UN (Top 3 Sekolah) (CHECKED)
Uff. ini emang ditaro di urutan pertama. mengingat ini tahun terakhir saya di SMA. dan saya hrus lulus. well. sebenernya sih yang utama itu, targetnya harus Lulus aja. kan ga lucu, kalo harus ikutan Paket C. Masuk smansa padang susah-susah, eh.. malah paket C. Sempat deg degan sih, secara tiap pra UN hasilnya ga mencapai target ini. palingan masih dikisaran nomor 5-10. Well. akhirnya.. setelah deg degan juga nunggun UN. I did it! Alhamdulillah. target yg ini tercapai. kebetulan pas pengumuman hasil, saya lagi di Singapore. dan teman-teman yg bilang, kalo saya nomor 1 di skolah. trus beberapa jam kemudian kepsek nelpon (katanya. nomor 1 juga di kota Padang). Alhamdulillah. ini lebih dari target yang pengen dicapai. Allah dengerin doa hamba-Nya.
2. Masuk HI UI / HI UGM (CHECKED)
Ini serasa mimpi banget. sebelumnya saya udah pasrah aja. kalo memang ga di HI UI atau HI UGM, yang penting saya udah bertekad tetep harus HI. alhamdulillah waktu awal januari juga udah punya cadangan, udah dapet HI UNPAR yang beasiswa. dan as we know, HI UNPAR itu cukup bagus even sangat bagus lah.. hehe (betul tidak Mario Masaya?). jadi udah siap siap aja kalo harus jd orang Bandung di 4 tahun ke depan. Tapi Allah punya rencana lain, alhamdulillah. so far Allah membuat smua urusan jd lancar. Dengan ajaibnya, saya dapet PPKB HI UI (sejenis PMDK gtu lah). ajaib banget bisa lulus. pdahal kalo liat temen-temen yg lain, banyak yg lebih dahsyat!
Btw, ngomongin soal HI UI. sebenernya itu udah passion sejak kelas 6 SD. Hahaha. gara gara waktu mengenal profesi diplomat, dan bercita cita pengen jd diplomat. Yeah.. started by thinking BIG. and yeah. BISA kok… meskipun sekarang kalo ditanya “masih mau jd diplomat?”… to answer this question, i guess i have to write in another posting.
3. Ikut International Conference (CHECKED )
Awalnya sih iseng iseng aja bikin resolusi ini. karena udah ngerasain benefits nya waktu ikutan conference soal disaster management di Malaysia tahun lalu. jadi pengen aja ngerasain manfaat dan memperluas networking lagi. Ini benar-benar disyukuri banget. di 6 bulan pertama, alhamdulillah udah bisa ikutan 2 international conference. dan itu terjadi di waktu yang berdekatan. cuma jarak 2 minggu. saya dapat kesempatan buat jd wakil Indonesia di Microsoft Innovative Students’ Forum di Malaysia akhir Mei lalu. dan itu bener bener conference terdahsyat yang saya pernah ikutin. luar biasa. trus alhamdulillah di pertengahan Juni ini, saya juga dapat kesempatan buat ikutan World Leadership Conference di Singapore. Yang ini bener bener nambah ilmu banget plus networking (at least jd kenal aja ama anak-anak UI yang sangat rame ikutan). jadi lebih ngerti soal waste management dan low carbon economy.
Kemudian, di pertengahan tahun, saya pernah bilang, bahwa moga-moga aja masih bisa ikutan 1 kali lagi. dan ternyata, dengan usaha dan doa. Terkabul! Even, i got 2 more. Sewaktu diminta jd Youth Community Leader SouthEast Asia Youth For Change dan menghadiri Youth Engagement Summit 2009 di Malaysia, dan last but not least. Tahun ini dapat kesempatan pertama kali ke Bangkok, ngewakilin Youth Advisory Panel United Nations Population Fund Indonesia di salah satu UN Regional Workshop nya. What i got? Banyaaaaak.. jd kenal sama orang PBB di headquarter di NY, Ilmu yang bisa dibagi bagi ke orang lain, dan juga pengalaman lintas budaya. Semua yang saya mulai dari AFS! Sampai sekarang kalo ngomongin soal pemahaman antarbudaya. Saya harus benar benar berterima kasih sama AFS dan Yayasan Bina Antarbudaya. Thanks Guys!!!
4. Menang Lomba dengan status mahasiswa (CHECKED)
Awalnya agak nggak yakin pas di awal tahun bikin resolusi kayak gini. Haha. dan juga bukan bermaksud jd maniak lomba atau CV man.. cuma.. yah pengen aja ngukur kualitas, apa ada progress dr SMA ke kuliah atau tetep sgitu aja, atau bahkan turun? soalnya dulu banyak yang bilang kalo sering juga pas kuliah jd ga semangat lagi untuk berprestasi dan aktif di kuliahan. Nah… untuk menghindari itu semua, saya coba bikin resolusi ini. Gimana hasilnya?
Alhamdulillah di bulan September 2009, baru baru jadi mahasiswa, ternyata Friendship Ambassador Foundation di USA menetapkan saya jadi World Top 10 Children Activists 2009. Haha. sesuatu yang nggak pernah saya bayangin. bahkan ketika saya memulai kegiatan volunteering di usia 10 tahun. Karena orientasinya bukan itu. Thanks buat Bang Bastian yang sudah merekomendasikan saya. Hehe. meskipun nggak sampe di undang ke NY buat nerima award. but it’s ok. better than nothing lah.. Haha
Dan kejutan terbesar di 2009? Yeah.. seperti yang sudah banyak orang tahu. Duta Muda ASEAN Indonesia 2009 (sepertinya saya nggak perlu cerita ini lagi). Hahaa
5. Motor baru (CHECKED)
Hahahaha. ini juga iseng. Eh ternyata meskipun second, kesampaian juga. yeah.. SUPRA apaaaa gtu (saking ga pedulinya)
6. Join di UNICEF Voluntary Board (CHECKED)
Yeah. Ini awalnya muncul buat mengantisipasi supaya saya bisa tetap aktif volunteering aja pas kuliah. nggak kendor. Ternyata pas jadi juri Pemilihan Pemimpin Muda Indonesia 2010, setelah penjurian di UNICEF, ada beberapa volunteers UNICEF yang menghubungi dan ajaibnya sudah memegang cv saya, dan yeah. did the interview, and passed!
Ternyata, resolusi supaya bisa join di United Nations Agency nggak cuma berhenti di sini. Pas bulan Juli 2009, application saya di United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia untuk jadi Youth Advisory Panel diterima. Haha. dan bergabung bersama 11 pemuda luarbiasa lainnya, memang MENGESANKAN! Saya belajar banyak dari sosok sosok seperti Rachel, Hendri, Gyna, Andra, Moudy, Denty, Gracia, Shofyan, Zurhan, Deponk, Koko, dan juga Pipin. Blom lagi kenal dengan UN Staffs yang ga cuma luar biasa, tapi HEBAT! Mbak Ibeth, Mbak Dona, Mbak Lamoth, Bu Martha, more more more.. and BASTIAN. hahaa
7. Khatam Qur’an lagi (CHECKED)
Ini mah kayaknya tahun depan nggak usah masuk resolusi lagi. ini udah kayak kewajiban. Hehehe.
8. Ke Bali (uffffffffff)
Nah ini dia yang menodai resolusi saya tahun ini.. it means GAGAL. haha. yah, blom menemukan waktu yang tepat aja untuk ke sana, dan entah kapan bisa ke sana. Moga moga 2010 bisa ya..
9. Networking
Lumayanlah untuk urusan yang ini. cukup nambah… hehee
Uff.. yah alhamdulillah, resolusi 2009 tercapai 89% . Dan saya semakin semangat sekarang buat berpikir mau ngapain ya di 2010? Dalam kesempatan ini saya juga mo minta refleksi dari teman-teman. Silahkan, monggo! Bisa by email juga di ini_iman@yahoo.com
Overall. 2009 adalah tahun yang luar biasa. Nggak kalah hebatnya dengan 2008. Nggak cuma kisah kisah bahagia, tapi juga banyak lah kisah sedihnya. Dan.. yeah. sudah cukup dibahasa beberapa hari yang lalu. 3 hari yang mengesankan dengan sahabat sahabat terbaik saya: Iib, Tama, Anda, Wiwik, Aldio, Maulini, Dhiella. Makasih buat refleksi akhir tahun skaligus birthday party yang luar biasa. SEDERHANA. Tapi it’s the best birthday party i’ve ever had. makasih teman-teman.. makasih sudah ngasih banyak nasehat dan petuahnya. hahaha
Okay.. 2010 bentar lagi. ayo bikin resolusi kamu, and tell people. tag saya juga boleh.. hehehe. THINK BIG, AND MAKE IT HAPPEN! DO WHAT U LOVE, AND LOVE WHAT U DO GUYS!
Filed under: Cerita Lepas | 3 Comments
Think Big, and Make It Happen!
Menjadi seorang Duta Muda ASEAN Indonesia adalah sebuah pengalaman luar biasa, sesuatu yang dalam 2 tahun terakhir saya anggap hanya sebagai impian yang mungkin suatu saat bisa saya capai, entah kapan itu. Tulisan ini hanyalah sebuah refleksi yang saya harap bisa menginspirasi teman-teman semua, khususnya buat semua orang yang ingin menjadi Young on Top[i] (meskipun saya sendiri masih berjuang untuk mencapai itu semua)
Sejak 2 tahun yang lalu, tepatnya ketika Duta Muda ASEAN 2007 untuk pertama kali diselenggarakan, dan akhirnya memilih Yoes Chandra Kenawas dan Kinanti Taufik sebagai pemenangnya, saya sudah sangat kagum dengan pencapaian mereka, dan juga 18 finalis lainnya. Mereka semua luar biasa! Sepanjang masa jabatnya, seluruh DMAI 2007 sukses mengharumkan nama Indonesa dan luar biasa kontributifnya dalam mempromosikan ASEAN Community.
Dan ketika sekitar 6 bulan yang lalu, info pemilihan Duta MUda ASEAN Indonesia 2009 mampir ke telinga saya, saya bergegas mencari informasinya. Saya masih ingat saat itu bahkan saya belum melakukan Ujian Akhir Nasional sebagai anak SMA. Haha. Lucu kadang, Cuma bagi saya untuk berkontribusi tak mengenal batasan umur, selalu ada peluang jikalau mau. Saya sudah menduga sih bahwa aturannya haruslah berstatus mahasiswa, dan tentu status saya yang bahkan belum lulus UAN ini akan menjadi masalah. Saya masih ingat dengan kalimat “peserta merupakan mahasiswa/I berprestasi di Indonesia, dan bagi S1 minimal IPK 2,75”. Hahah. Cuma, memang saya yang ngeyel. Saya tetep keukeuh mau ikutan. And I asked the committee, saya kirim email ke mereka. Kira-kira menyatakan bahwa “saya ingin ikut serta dalam kegiatan ini. Dan menjelaskan status saya saat ini bahwa saya akan segera lulus SMA (Meskipun waktu itu saya bahkan belum memulai ujian akhir. Hehe), dan pada bulan Juli saya akan resmi menjadi mahasiswa Universitas Indonesia (kebetulan saat itu saya telah diterima di UI), jadi jika lulus, status saya sudah mahasiswa, sama halnya dengan peserta lain”. Then, mereka bilang “Ok. Silahkan coba saja dulu. Akan kami pertimbangkan (Diplomat never says no!)
Saya ikuti semua proses pendaftarannya, seleksi berkas, cv, essay, dll. Dan kabar mengejutkan datang di bulan November yang menyebutkan saya masuk 50 besar, dan akan menjalani proses wawancara. Haha. Then, I was shocked and realized that I was the only freshman among all semifinalists. Tapi itu bukan kali pertama bagi saya “ikut-ikutan” di acaranya orang gede. Masih ingat dulu pada saat talkshow di sebuah stasiun TV lokal Kota Padang, dan mereka menanyakan “Kok kamu senang banget sih ikutan acara orang gede?”. Hehe. Simply, I just believe that there is no barrier to contribute for society, even your age. Tahapan wawancara semifinal sungguh pengalaman luar biasa, di mana saat itu I could say that it was not my best interview. To be honest, Banyak jawaban yang saya lontarkan, yang saya sendiri ragu dengan kebenarannya. Masih ingat ketika Mas Cherry (salah satu juri) nanya saya “kamu tahu nggak kapan Bali Concord?”, dan tiba-tiba saya lupa, padahal dulu waktu ASEAN Goes to School pernah dikasih tahu. Dan dengan gampangnya saya jawab “Maaf mas, saya lupa”. Dan ada banyak kisah kisah lucu lainnya selama wawancara, yang mungkin beberapa orang tahu prosesnya. Menggelikan!
Dan sekitar 1 bulan kemudian, ketika saat itu saya lagi diminta jadi MC di Farewell Party AFS Jenesys Short Program di daerah Kemang, saya ditelepon perwakilan dari DEPLU yang menyebutkan bahwa saya terpilih sebagai salah satu dari 10 pasang finalis. Hahaha. Ekspresi saya aneh banget pas dikasih tau waktu itu. Serasa nggak percaya, dan masih bingung aja.
Menuju karantina, yang saya takutkan Cuma “saya takut nggak bisa memberikan yang terbaik buat orang orang di sekeliling saya. Takut jawaban pada saat malam final mengecewakan, atau bahkan lebih parahnya saya nggak tahu mau ngomong apa”. Haha. Saya udah nggak peduli lagi, apakah mau menang atau kalah. Saya masih ingat ketika itu saya kabari Yoes (pemenang DMAI 2007), dan dia Cuma bilang “Be Sincere Man!”, nggak beda jauh sama Kintan (DMAI 2007) “Bring out the best in you by being yourself, sincerely and passionately”. Ya, saya hanya akan mencoba just perform. Nggak susah kok, karena saya ikut karena kemauan saya, saya tahu apa yang ingin saya capai, dan I just do what I love, and love what I do. Simple!
Selama karantina, saya benar-benar untuk mencoba melepaskan diri saya dari segala macam tuntutan yang ada, Toh kalau kalah, ini bukan akhir dari segalanya. Kalah atau menang, saya tetap akan berkontribusi buat masyarakat. And yeah, I tried to bring out my self. Semua proses karantina saya lalui, dan setiap menyudahi sesi, saya langsung bersyukur, luar biasa! Menang atau kalah, ini betul betul kesempatan luar biasa. Diajar oleh seorang Anak Agung Banyu Perwita, mendapatkan pendidikan mengenai public speaking, dll. Saya masih ingat ngomong sama Mario (room mate saya yang akhirnya jadi Juara Favorit), “Mar.. gue udah nggak peduli lagi menang atau kalah. I believe that million doors will be opened after this. I wont be someone else. Gue Cuma coba jd diri sendiri. Kalo mereka memang mencari orang seperti gue, ya they’ll choose me. Kalau bukan, berarti ada orang lain yang lebih tepat”. Haha. Saya benar benar menikmati proses karantina, mungkin saking menikmatinya, saya sampe jadi paling ribut, rame, dan hobby banget bikin jokes jokes aneh (merasa nggak peduli, apakah itu sedang dinilai atau tidak).
Dan ketika malam final berlangsung. Sebelum maju saya bilang di depan cermin, “Alhamdulillah. I’m Happy to be me, and I’m well prepared”. Dan sepertinya ritual ini dilakukan oleh hampir semua finalis. Haha. Menjawab pertanyaan 10 besar dari Mas Banyu, masya Allah deg degannya. Saya takut ditanya yang aneh-aneh (to be honest), ternyata beliau nanya “Gimana pendapat kamu upaya yang dilakukan untuk mengatasi perselisihan antarnegara”. Pas dinyatakan masuk 5 besar, saya luar biasa kagetnya, dan semua jadi terasa lebih mudah saat itu. Saya sudah nggak peduli dengan hasil akhirnya, yang saya percaya bahwa saya sudah melakukan yang terbaik, dan saya ingin menutupnya dengan sesuatu yang indah. Lagi-lagi saya dapat pertanyaan dari Mas Banyu.
Haha. Ketika pengumuman, saya Cuma menatap teman teman saya yang hadir saat itu (Tama, Anda, Wiwik, Iib, Diku, Afu, Samiadji, Stephie, Fika, Audry), dan juga keluarga besar HI UI, dan hati saya berteriak “I have done! Moga-moga hasilnya nggak ngecewain kalian”. Ketika satu persatu nama disebutkan, hingga nama Dhita Wirapradja disebutkan sebagai Juara 1 DMAI 2009 Putri,saya sudah pasrah. Haha. Dhita itu tinggi banget posturnya, pinter banget, bisa entah berapa banyak bahasa, dan kayaknya udah nggak mungkinlah saya menang. Ternyata Tuhan berkata lain, Yeah! And I made it.
Saat ini saya percaya bahwa saya diberikan amanah oleh banyak orang. Yang insya Allah saya yakin bahwa bersama 19 finalis lainnya, dan anak anak muda di ASEAN kita bisa mencapai sebuah komunitas bersama, ONE VISION, ONE IDENTITY, ONE COMMUNITY, ASEAN!
Saya ingin lebih kontributif terhadap masyarakat. Menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap ASEAN. ASEAN COMMUNITY 2015 mungkin bagi banyak orang sebuah mimpi ambisius. Tapi nothing impossible kan? Harus saya akui ada banyak tantangan yang dihadapi, hingga kini bahkan ASEAN hanya dikenal oleh anak muda dalam buku pelajaran Sejarah saja. Atau itupun kadang masih lebih baik, karena masih banyak sebetulnya masyarakat Indonesia khususnya yang berada di garis bawah kemiskinan, yang mungkin tidak tahu dengan ASEAN. Ataupun jikalau tahu, tidak mau ambil pusing dengan hal itu, untuk makan aja udah susah. Tapi, ayo, state actor dan non state actors (masyarakat) harus bersama-sama bergerak maju!
Banyak orang yang menyangsikan keikutsertaan saya tahun ini. Karena banyak yang menganggap bahwa saya terlalu dini mengikuti ini, dan akan lebih baik jika 2 tahun lagi saya ikutan, dan mungkin saya jadi juara pada tahun tersebut. Tapi seperti yang saya bilang, saya nggak ingin disebut sebagai makhluk yang kufur nikmat, dan saya percaya bahwa Tuhan punya rencana. Menang atau kalah bagi saya adalah proses belajar. Jika menang, saya belajar untuk bersyukur dan bertanggungjawab dengan kemenangan yang saya raih. Dengan kemenangan, saya belajar untuk membuat lebih banyak orang sukses dari saya. Kalaupun saya kalah, saya juga belajar. Saya belajar dari kesalahan yang anda, untuk menjadi lebih baik di tempat lain. Saya belajar untuk menjadi seorang manusia, yang tidak selalu berada di atas, tapi kadang di bawah. Belajar dari Sang Juara untuk menjadi Juara di tempat lain.
Ketika orang mencapai kesuksesannya, saya percaya bahwa mereka sudah menjalani ujian yang luar biasa dalam prosesnya untuk mencapai itu. Tidak ada yang instant. Yang ada adalah bagaimana mereka bisa mempercepat jalan mereka menuju garis finish. Dan hingga kini saya belajar untuk menjadi “Young on Top”. Belajar untuk terus menginspirasi lebih banyak orang.
Ini jadi kado luar biasa jelang ulang tahun saya ke-18, dan saya percaya akan banyak hal-hal menarik lainnya yang siap menghadang. Seperti yang saya sebutkan saat ditanya oleh juri, “Apa yang akan kamu lakukan jika terpilih?”. “It just about four things. ACT, INITIATE, SHARE, AND INSPIRE”. Terima kasih kepada semua orang yang membuat saya bisa melangkah sejauh ini, meskipun jalan panjang masih terbentang. Kepada kedua orangtua saya yang selalu percaya bahwa anaknya Bisa. Kepada kakak-kakak saya yang selalu mendukung saya. Teman-teman saya yang membuat hidup saya semakin berwarna. EVERYONE!
Think Big, and Make It Happen! Untuk berjalan sejauh 1 mil, kita harus memulai dari satu langkah.
“Dalam semua sikap inisiatif, ada kebenaran yang mendasar. Ketidaktahuan memupuskan ide, dan rencana hebat. Pada saat anda melakukan komitmen, Ilahi pun membantu” >> W.N. Murray
“Manusia hanya dapat menjadi apa yang diyakininya, dan mencapai hanya apa yang diyakininya” >> Florence SH
“Tak seorangpun dapat menyiulkan simfoni. Dibutuhkan orkestra untuk memainkannya. And I NEED U Guys”
[i] Young on Top adalah sebuah buku berisi 30 Rahasia Sukses Muda, karya Billy Boen, salah satu penulis favorit saya, sekaligus teman yang banyak memberikan inspirasi dan pelajaran tentang kehidupan. Buku ini hampir kemana-mana saya bawa, untuk mengingatkan saya bahwa saya bukan harus menjadi seorang Billy Boen, tapi Young on Top. Thanks Mas Billy!
Filed under: Cerita Lepas | Leave a Comment

Dear All,
Mungkin belakangan ini anda agak kesal. Karena wall post anda dipenuhi oleh pesan-pesan promosi saya. Yeah, memang seminggu ini saya cukup bersemangat melakukan aktifitas “jual diri”. Haha. Kenapa? Postingan ini akan mencoba menjelaskan semuanya. Dan juga, sekaligus menjawab “kenapa sih saya harus vote kamu?”. Pertanyaan cerdas! karena saya juga nggak mau anda mempercayakan vote anda dengan sia-sia. Postingan ini memang akan sedikit panjang, dan memakan waktu anda untuk membacanya. Tapi saya jamin, ini bukan cuma curhatan pribadi. You’ll get more. Trust Me! haha
Pertama kali saya mengetahui One Young World, dimulai dari ketika saya mendapatkan info ini dari salah seorang teman saya. Dan ketika saya cek di website One Young World, wow. There’s a big oppurtunity, dan LONDON.. honestly, memiliki daya tarik tersendiri. Siapa sih yang nggak mau pergi ke London? Dan bagi saya pribadi, ini bisa jadi sedikit penghibur lara atas kegagalan saya lulus di program Global Changemakernya British Council tahun ini.
Nggak pake lama, saya segera apply. Dan memang karena profile letter udah stand by, tinggal copy paste aja, dan sedikit editing (katanya sih udah di edit, tp masalah grammatical jangan ditanya. hehe). Then, ketika udah muncul profile. Hehe, langsung saya vote untuk diri sendiri duluan. Ya iyalah, kalo saya sendiri nggak ngerasa pantas untuk terpilih, kenapa harus apply?
Kenapa sih saya mau ikutan, dan akhirnya capek-capek promo sana sini?
Honestly, Saat ini saya sedang mempersiapkan sebuah project “ChildrenBehindUs” funded by: Microsoft Asia Pacific. Merupakan sebuah kegiatan edukasi bagi anak anak di slum areas di Jakarta mengenai hidup bersih dan sehat, dan juga kemampuan baca tulis. Selain itu juga program edukasi mengenai penggunaan internet, dan kreativitas lainnya. Kegiatan ini merupakan pilot project yg di design oleh 3 negara, Indonesia, Malaysia dan Thailand (berawal dari keberangkatan saya beberapa waktu silam ke Malaysia). Program ini akan menentukan apakah kegiatan serupa akan dilaksanakan di 2 negara lainnya.
Then, saat ini saya diminta oleh rekan saya Joel Neoh (Pemenang The Apprentice Malaysia, Co-Founder: Youthsays dan YouthAsia!) untuk membantunya sebagai country manager SEACHANGE untuk Indonesia. SEACHANGE sendiri merupakan sebuah movement kaum muda di Asia Tenggara untuk menyuarakan perubahan, dan rekomendasi ke stakeholders di ASEAN. Puncaknya, akan digelar Youth Engagement Summit, November 2009 di Malaysia.
Dan terakhir, saat ini saya sedang membantu Kementrian Pemberdayaan Perempuan untuk mengolah database dan kesekretariatan di Forum Anak Nasional. Di mana, sekretariat ini akan menjadi jembatan bagi seluruh forum dan komunitas anak anak di Indonesia, untuk berbagi informasi, cerita, dan tolak ukur kemajuan supremasi hak anak di Indonesia.
Apa hubungannya dengan One Young World?
One Young World is a platform to engage and inspire the young people of today – the decision makers of tomorrow. It will help them to adopt a position of leadership on the challenges facing the world today and in the future. One Young World taps into a global resource of new ideas that demand hearing.
Puncaknya akan digelarlah yang namanya One Young World Summit di London, Februari 2010. Forum ini akan dihadiri oleh 1500 remaja di seluruh dunia, dan juga para pemangku kebijakan, serta potential partners. Apa yang saya harapkan? Seperti yang saya bilang, London memang memiliki daya tarik. Dan saya dari dulu juga memang bermimpi untuk ke sana. Saya percaya bahwa ketika saya lebih banyak mengunjungi beragam tempat, saya akan menjadi lebih open minded, dan tahu apa yang harus dilakukan. Saya masih ingat apa yang pernah dikatakan Anies Baswedan (Rektor Univ. Paramadina):
“saya menganalogikan. ketika orang meminta saya untuk menjelaskan seperti apa rupa rumah saya? maka akan lebih mudah bagi saya untuk menjelaskannya ketika saya pergi ke luar rumah, lalu saya lihat rumah saya. Oh.. rumah saya berlantai 2.. bla bla bla.. Ini sama dengan ketika saya diminta untuk menjelaskan rupa Indonesia, dan melihat Indonesia itu seperti apa dengan objektif. Akan lebih mudah bagi saya pergi ke luar Indonesia, melihat Indonesia dari luar, kemudian just tell them!”
Dan London adalah salah satu tempat yang tepat bagi saya untuk belajar mengenai ini semua
Just it?
Tentu saja bukan. Lebih dari itu, sebenarnya terkait dengan sejumlah aktivitas yang sedang saya jalankan. Sejak dulu saya percaya bahwa networking berperan penting untuk mencapai apa yang kita mau. Kapabilitas yang saya miliki belum cukup, jika tidak ada yang memeberikan support”. Saya percaya bahwa ketika saya diberikan kesempatan untuk mengikuti One Young World Summit, ini akan memberikan akses besar, dan peluang besar ada di depan saya, untuk mengolah projects tersebut. Funding lebih mudah, dan yang paling penting, upaya untuk meningkatkan awarenes masyarakat akan lebih mudah, karena satu title baru melekat di pundak saya. Kesempatan untuk berbuat lebih besar bagi masyarakat dan kemanusiaan. Itu intinya. Seperti kata Billy Boen, “THINK BIG”. dan saya percaya bahwa akan ada hal hal luar biasa yang akan segera datang, yang tidak saya sangka
Akhir kata semua saya serahkan kepada anda, This is your choice. Anda bisa memilih saya saja, atau memilih bersama orang orang yang sudah anda pilih, atau bahkan tidak sama sekali. That’s your choice. Berangkat atau tidak, hal yang paling saya syukuri dari langkah yang saya ambil ini, I’ve got more friends, more oppurtunities, and semangat lebih besar! Ada cerita lain dibalik keikutsertaan saya ini, yang akan saya share di postingan berikutnya. Terima kasih bagi yang sudah memilih saya, bagi yang belum.
VOTE ME ON http://apps.facebook.com/oywcandidates/entry/587/
Regards,
Muhamad Iman Usman
Note:
Link terkait:
SEACHANGE : http://youthsays.com/seachange dan http://yes2009.asia
Forum Anak Nasional : http://kotalayakanak.org
Filed under: Cerita Lepas | 9 Comments
Community Service in Cilincing
Pada tanggal 12 September 2009, 43 mahasiswa baru didampingi senior angkatan 2007 jurusan Ilmu Hubungan Internasional UI didampingi melakukan kunjungan NGO bekerjasama dengan HOPE Worldwide Indonesia ke Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru jurusan HI UI 2009, dalam rangkaian kegiatan Temu Keluarga Hubungan Internasional (TKHI) 2009.
Di Cilincing, setiap peserta melakukan kegiatan community service bersama warga sekitar, yang terbagi dalam 2 sesi. Pada sesi pertama, kami terlibat dalam kegiatan daur ulang kertas. Kami dijelaskan mengenai proses daur ulang kertas, dan juga mempraktekkannya langsung. Kemudian, kreatifitas kami diuji dalam kegiatan pemanfaatan kertas bekas menjadi barang-barang berguna. Misalnya, tempat pensil, celengan, dll.

Pada sesi kedua, kami terlibat dalam kegiatan “Saturday Academic”. Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh Hope Worldwide Indonesia setiap Sabtu. Pada program ini, kami menjadi volunteers yang berperan sebagai pengajar anak-anak yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Kami dibagi ke beberapa kelas, mulai dari TK A hingga kelas 6 SD. Saya sendiri bersama Dwinta dan Garry bertugas mengajar anak-anak kelas 4 SD. Karena keterbatasan tempat, kelas 4 digabung dengan kelas 5 dan 6. Sehingga beberapa teman saya yang semula mengajar di kelas 5 dan 6 juga berpartisipasi sebagai pengajar.
Pada kegiatan yang berlangsung selama 2 jam ini, proses belajar mengajar berlangsung cukup menarik. Anak-anak terlihat antusias dalam mengikuti setiap pelajaran yang kami ajarkan. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, dan menyanyi bersama lagu “Twinkle-Twinkle Little Star”. Selanjutnya sejumlah topik juga diajarkan, seperti: tata krama, bahasa Inggris (introduction, jobs, greetings, dll). Selain itu juga ada quiz Bingo yang ditampilkan dalam format pengetahuan umum. Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini, kami juga berdiskusi mengenai cita cita. Setiap anak diminta untuk menggambarkan cita cita mereka di selembar kertas, kemudian beberapa anak diminta untuk bercerita mengenai cita-cita tersebut. Hal miris yang muncul pada kegiatan ini, ketika salah satu anak ditanya kenapa tidak mau menjadi presiden, anak tersebut menjawab “ketinggian kak, kalo jadi presiden”. Tak lupa kami juga memberika semangat kepada mereka untuk meraih cita-cita.
Di akhir kegiatan ini, kami membagikan selembar kertas, untuk menuliskan kesan dan pesan bagi kami para pengajar. Pada umumnya, testimonial dari mereka menunjukkan bahwa mereka senang dapat belajar bersama kami, dan mengharapkan agar kami dapat kembali mengajar di sana pada lain kesempatan.
Personal Note:
Well.. setelah cukup lama mengidamkan kembali berkegiatan dan bervolunteering, akhirnya kesampaian juga. Seru skali bisa ketemu sama anak-anak di sana. Panas terik, ditambah dengan hawa pantai yang panas, nggak jadi halangan buat berbagi dengan anak-anak di sana. Paling seru pas ngajar anak-anak. Yeah! Senang mendengarkan cita cita mereka yang segudang. Sekaligus miris, ketika sejumlah persoalan yang ada mengintervensi mereka untuk mengimpikan profesi tertentu. Misalnya, ga ada yang mau jadi presiden dengan alasan “ketinggian kak!”, atau ga ada yang mau jadi polisi dan tentara dengan alasan “takut salah tembak kak”. Yeah, jawaban jawaban polos mereka, membuat kita semua bersemangat bahwa dengan kerja keras, bisa dilakukan!
Terima kasih buat Panitia TKHI 2007 yang sudah bekerja keras untuk menghasilkan kegiatan seperti ini. HOPE Worldwide Indonesia, dan juga teman-teman HI UI 09 yang sudah bekerjasama dan menunjukkan komitmennya.
Filed under: Cerita Lepas | Leave a Comment
Several days ago, I received an email from Friendshid Ambassador Foundation (FAF). This is an international institute for a culture of peace, and also co-founders of the Youth Assembly at the United Nations, which annually held in New York. Every year, beside held youth assembly, this institute also choose several children in the world to receive an award named Youth Achievers Recognition Award. It honors 16-18 years old students who have significantly contributed to a cause and shown leadership in community service project, scientific research on sustainability, youth mobilization for an MDG related issue or other social development initiatives. Every candidate should nominated by an organization/ institution.
Last year, beyond the deadline of the application (and not recommended by an organization, means, nominated personally), I sent the application. Do you know the result? Of course, I didn’t make any achievement on it. This year, I asked Youth MDG Indoensia to give recommendation for my application. Then, although almost reaching the day of deadline, I still participated on this event.
Back to the email that I received. On that email, mentioned my name as one of the award recipients for this year. surprised? REALLY!!! OBVIOUSLY! I never imagine that i joined on the recipients of this year. I feel unappropriate to receive this award. What I’ve done since I was 10 years old, not really much, and haven’t influenced many people. I believe that many children in other places, who more deserve to get this. However, I still thankful for this, and believe that this is a good point for me, to contribute more for humanity. What I have done, would be better, if i could inspire more people to do this. Small action doesn’t mean nothing. I belive on this! Thanks for everyone who support me a lot. Especially for Bastian from Youth MDG Indonesia who recommended me. Hehe
P.S. After knowing about this news. I got a letter from UNFPA Indonesia on my capacity as Youth Advisory Panel on it’s UN agency. On that letter, stated Dr. Haque (UNFPA Indonedia Head Representative) glad toward this achievement, and would like to congratulates me. This is more surprise that I got!! haha
Profile of 2009 award recipients
Sayid Abdullaev
For his engagement and devotion to raising awareness on environmental protection and his charitable work on behalf of youth.Chaitanya
For his work as a youth mobilizer for projects on environmental protection and raising awareness about HIV/AIDS in rural areas and slums.Joseph Tsai
For his dedication to ameliorating the duffering of cildren and using his musical talent to fundraise for humanitarian causes.Avinaash Subramaniam
For his outstanding creativity and inventions to ameliorate the suffering of children and disabled and for his commitment to the environment.Muhamad Iman Usman
For his active campaigning to raise awareness about the MDGs and advance children’s rights.Megan Partridge
For her dedication to education and climate change.Natasha Weaser
For her dedication and work in the area of children’s health and disaster relief.Virginia Alejandra Morales Gomez
For her outstanding work in managing the Youth Empowerment Fund in her region in support of underprivileged youth and the environmentShivathmihai Nagappan Chettiar
For her dedication to raising local awareness and mobilize youth for the achievement of MDGs.Sophia Kpetigo
For her dedication and work toward the advancement of children’s rights and women’s health.Nellore Sampat Sathyanarayanaa
source: http://www.faf.org/unyouthassembly/yaaward.htm
For his dedication and work as a youth mobilizer towards the achievement of the MDGs.
Filed under: Cerita Lepas | 2 Comments
Garuda 52 Goes to Hospital

First of all, I’d like to say sorry for not updating this blog. Hehe. Actually, since I started the activities in my university (Yeah! Now, I’m not a student! But a university student!), I’ve been really busy with all orientation things. Like what other students did, they had orientation on university scale, faculty scale, and finished with major scale. I just finished the first two of them. I got many things; friends, spirit of life, life skills, etc. The most remarkable thing is I learn to be more respect with social.
On Faculty orientation, we divided into several groups. Each group consist of 10-12 people. But, unfortunately although, I have 12 people on the list, but just 7 people who actively involved. But, It’s okay! I enjoyed with them. We named this group with “Garuda 52″. Garuda like a symbol of spirit of nationalism. Then 52? that’s the lucky number that we got from the committee. One of the task that we had, was creating a social project. We only had 1 day for discussing the project, including preparing the proposal. Finally, after debating a bit.. we selected going to hospital on independence day.
Every 17th August, Indonesia celebrates it’s Independence day. Usually, many people, especially the children celebrate the day through held some events. Such as art festival, traditional games, etc. The children are really enjoy the day. But, we realize, not all the children in this country can do the things as the others do. One of them is the hospitalized children.
That’s why, we went to one of hospital in Depok, West Java. We shared the fun, gave them quiz, and of course, distributed the prize. Yeah. Maybe not more than 15 children who joined this event. But, we belive that, through being “act locally”, we did something!!!
more photos; on My Facebook. hehehe
Filed under: Cerita Lepas | Leave a Comment
Link nya bisa dibuka di http://www.unicef.org/indonesia/reallives_10928.html
Thanks banget buat Mbak Devi dari UNICEF yang udah wawancara.
By Devi Asmarani
Jakarta, Indonesia 23 July, 2009 -It has been a very busy year for M. Iman Usman since he was named an Indonesian Young Leader in 2008. Asides from leading his own organizations at home in Padang, West Sumatra, he has represented his peer at various world conferences, took part in international competitions and volunteered in more social projects. On top of that, he managed to come out top in his class at the National Exam and get accepted at the prestigious University of Indonesia.
“Doors have definitely opened for me since the Indonesian Youth Leader Award,” he told UNICEF in an interview. “And it’s a way to inspire other kids to do more for the world.”
In the interview below, he talked more of his passion to participate and what inspires him:
Q: So what has been happening since you won last year’s award?
A: Since the award I continued as the secretary of Children’s Forum in West Sumatra, but I have now left my position (he has moved to Jakarta ahead of university). And through the organization I founded, the Community of Critical Children of Indonesia, we held the event Stand Up campaign MDGs Millenium Development Goals With The Children in October. I am still active in training other friends who are interested in becoming volunteers in the organization and also I’m trying to find a new generation of leader to replace me there.
I also took part in a one-month exchange student program in Japan with Bina Antar Budaya.
Last Ramadhan month, I had the opportunity to become one of the finalists for Mondialogo World School Contest in China. This is a competition for collaborative projects around the world organized by UNESCO and Daimler. Out of 36,000 kids from 3,200 schools, I was in the top 25 and was named a junior ambassador to promote intercultural dialogue.
I also represented Indonesia in various international conferences. One of them is the Microsoft Regional Innovative Student Forum in May 2009 in Malaysia. In the project competition I won USD 1,000 in funding from Microsoft Asia Pacific to start up a pilot project for kids. The pilot project will focus on education for kids in slum areas, and it will be executed in a few months.
In June, I participated in the World Leadership Conference in Singapore on the environment and economy. And recently I became the UNFPA Youth Advisory Panel. We are the second generation of such panel. The UNFPA chose some teenagers from all over Indonesia to take part in this teen panel, which will give them feedbacks and evaluations on their programs to help make the projects more teen-friendly.
And, of course, I also had to prepare for the National Exam.
![]() |
| Iman as a jury for 2009 with Purwanta Iskandar from UNICEF, Pardina Pudiastuti From KPP, Maria Hartingsih from Kompas and Budi Harjono from Impact Indonesia. |
Q: With all these activities you still had time to study?
A: Well, I did get the highest NEM (National Examination Score) in Padang, maybe I was just lucky (laughs).
Q: What are you studying in University of Indonesia?
A: I am taking International Relations. Since I was in 6th grade, I have always wanted to be a diplomat. I think that is where my talent lies and, Alhamdulilah, I got in. But lately I’ve also thought about doing other things like being a social worker. Right now, though, I want to focus on the academic part. We’ll see whether I end up becoming a diplomat or working for multinational companies or a child rights organization.
Q: Has winning the award helped you in your effort to promote children’s rights?
A lot. The Young Leader award really opens a lot of doors for us. People listen to us, and they don’t just see as ordinary kids. It gives us easier access to advocacy. And it is really a medium to inspire other kids in West Sumatra to do something for the world. It makes them more motivated and driven. I also got a scholarship for my university studies from the West Sumatra governor because of this award.
Q: Have you ever had any disappointments?
Of course there are some disappointments. The government have made policies to observe children’s rights, but we have not seen the impacts directly on the plights of all children. However, I still appreciate what they have done because this is not an easy task. And I would continue to support the government and the community to become better, because the last thing we need to do (when we’re disappointed in something) is to become apathetic.
Q: How do you feel about becoming a judge for the Indonesian Young Leader this year?
I think the biggest difficulty was that I had to judge my own friends. Many of them I had known from participating in National Children’s Forum, and some I had sort of known from my own friends. So I tried to be objective and looked at them from leadership and innovation aspects. I really appreciate what they have accomplished, but I think that many of them had not really presented their leadership enough, that is what I tried to dig from them. I also think that (in order to stand out) they could have packaged themselves better.
Filed under: Cerita Lepas | 3 Comments
Search
-
Figure
kawan-kawan saya
Komunitas
Publikasi
Siapa Iman
Recent Entries
- IFL Goes to School
- “Refleksi 2009, Proyeksi 2010″ – PPT Menlu RI 2010
- Resolusi 2010! THINK BIG!
- REFLECTION TIME! Apa kabar 2009?
- Think Big, and Make It Happen!
- One Young World : Behind The Scene
- Community Service in Cilincing
- does it (this award) deserve for me?
- Garuda 52 Goes to Hospital
- Award opened doors for 2008 Young Leaders’ winner
- New experience as the judge
Categories
- Cerita Lepas (73)
- smansa (11)






