
Alhamdulillah, akhirnya saya kembali lagi ke Padang, kota tercinta ini. Hehe. WELL. Mungkin sodara-sodara bertanya-tanya, kenapa saya tidak menulis secuil pun selama di Cina? Itu karena.. saya tidak bisa membuka wordpress di sana, even pas di singapore juga lemot banget.. Heran.. padahal, di Indonesia wordpress cepet sangad. Haha.. sehingga, bagi yang punya friendster, lihatlah bulletin board anda. ramai oleh report saya
Well. Mungkin sebagian dari anda sudah mengetahui hasil dari Lomba di Cina kemarin. Yeah. Saya nggak menang, even special award pun nggak. Juara 1 nya Lebanon – Serbia, Juara 2 Indonesia (Jkarta) – Ukraina (yang menurut saya lebih pantas juara 1), juara 3 Syria – USA.
Dan untuk special award in cultural diversity (Benin-USA) yang emang pantas dapetin award ini. Sedangkan harapan saya awalnya, special award Innovation in sustainability, diraih ama Rusia – Turki. Well.. saya menerima hasilnya, bahkan ketika award ceremony, saya sudah menduga bahwa saya tidak akan juara.
Hal tersebut disebabkan karena:
1. Pameran orang lebih bagus
2. Presentasi yang cuma 4 menit tidak dapat saya manfaatkan dengan maksimal, karena.. saya tidak bisa fokus ke 1 point, dan saya sedikit berbeda argumentasi dengan partner saya yang dari Portugal
3. Sejak awal kompetisi, sblom final, saya memang sudah tidak fokus. Karena banyak hal yang harus dikerjkan
Tapi hal utama yang membuat saya yakin dengan kegagalan ini, karena saya tidak bekerja mengikuti hati nurani saya. saya bekerja di bwah pressure. Tekanan ini bukan persoalan waktu atau energi saya, tapi lebih kepada persoalan psikis.
Tapi, lebih dari kemenangan, lebih dari piala, hadiah, sertifikat, saya mendapatkan banyak hal, yang saya yakin bahwa inilah kesempatan saya di masa akan datang. Saya dipertemukan dengan banyak orang yang inspiring, especially Mr. Thirkell (guru British Int School Jakarta) yang untuk kedua kalinya membawa sekolah ini menjadi jawara (meskipun tahun kmarin menjadi Juara 1). Dialah sosok guru yang menurut saya sangat menyenangkan. Memberikan kesempatan pada murid untuk all out . Ketika sesi exhibition dan presentasi di depan juri, saya benar benar iri.
Guru saya dan partner saya memberikan pressures yang luar biasa. Harus begini,, harus begitu, saya benar benar tidak jadi diri saya. Apa yang saya ucapkan adalah apa yang dikonsepkan, bukan yang benar benar ingin saya ucapkan. Sebaliknya, tim BIS (British Int School), ketika saya tanya pada Mr. Thirkell “Sir, don’t you see your student in presentation session?”, dia berpaling dan keluar dari sesi tertutup itu, dan keluar bersama saya. Dia bilang “I believe in Her, She can do everything she want”.
Dia memang bukan orang Indonesia, dia adalah guru asal Inggris yang sudah 4 tahun mengajar di Indonesia. Dan saya sering menghabiskan hari di china dengan berdiskusi dengannya. Dia menggali banyak hal dari saya, sampai pada akhirnya, dia bilang “You’re a very inspirational young man. Indonesia need you to be better. You should go abroad, and learn outside for your country. I never meet a yong man in your age in Indonesia who has thought and did for his country”. Saya bukannya bangga, tapi saya justru semakin tertekan. Haha
Saya takut bahwa saya tidak bisa memenuhi ekspektasi beliau.
Dia melanjutkan pembicaraan di saat kami jalan bersama dari award ceremony menuju Hotel “You must come to my school, change and encourage people inside to be like you”. Hha.. saya bilang “Sir, I’ll try to come your school, and see! what happen inside? why BIS can get twice winnings?”
Haha.. kami sama sama tertawa, dan insya allah. kalo jadi bulan oktober ini saya ke jakarta. saya akan menyempatkan untuk memenuhi permintaannya skaligus permintaan saya. Haha. Yeah.. saya harus belajar banyak dari guru guru seperti dia.
Selama di China saya mendapatkan begitu banyak pembelajaran, lebih dari sebuah kemenangan. Karena kemenangan yang sejati, saya belajar untuk bisa mengakui bahwa masih banyak orang lain yang lebih luar biasa. Menjadi finalis lomba tingkat dunia, mengalahkan 2800 sekolah, menjadi salah satu dari 50 anak terpilih dari 146 negara, 36 ribu orang, adalah anugerah yang akan selalu saya syukuri.
Saya tidak menang, tapi kesempatan untuk menjadi salah satu dari 6 anak yang membuat deklarasi mewakili anak anak dunia, dan menjadi pembaca pertama di depan banyak orang, adalah hal yang luar biasa. Prediket Junior Ambassador for outstanding ability and dedication in developin intercultural dialogue, saya yakini bahwa akan membuat saya menang di kesempatan yang lainnya. Menang karena memang saya layak menang. Bukan karena saya ingin menang
Terima kasih semuanya, maaf jika apa yang saya peroleh belum bisa memenuhi ekspektasi anda semua.
Note: gambar di atas merupakan gambar dari kegiatan sekolah British Int School Jakarta (Thanks angela and mr.thirkell)