Monthly Archives: October 2008

Komunitas Anak Kritis Indonesia (KAKI) pada tanggal 17 dan 18 Oktober lalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan SUTA (Stand Up and Take Action Campaign). Stand Up Campaign atau Kampanye BANGKIT adalah prakarsa yang dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat luas untuk bersama – sama berdiri menyatakan komitmen dan dukungan konkret bagi penanggulangan kemiskinan.

Kampanye BANGKIT DAN BERAKSI dilakukan untuk mengingatkan pemerintah akan janji pemerintah untuk sungguh-sungguh mengerahkan semua upaya dan sumberdaya guna menanggulangi kemiskinan, melalui perbuatan konkret masyarakat secara luas. Janji tersebut dinyatakan oleh 189 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Indonesia pada tahun 2000 melalui Deklarasi Milenium pada Pertemuan Tingkat Tinggi di markas besar PBB New York. Janji pemimpin tersebut juga merupakan komitmen yang diikrarkan bagi rakyatnya masing-masing, yang tertuang dalam Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals, (MDGs). Hingga kini, baik negara maju maupun negara berkembang masih perlu didorong untuk memenuhi komitmen tersebut.

KAKI sebagai salah satu komunitas anak yang peduli terhadap permasalahan-permasalah global mengangkat Stand Up Campaign di 2 tempat pada tahun ini. Yaitu di SMA N 1 Padang dan SMA N 1 Pariaman. Kegiatan yang berlangsung di 2 tempat ini hampir sama formatnya. Kegiatan meliputi pengumpulan testimonial dari anak-anak tentang kemiskinan dan harapannya kepada pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Selain itu juga ada kegiatan drawing action, di mana siswa-siswa dapat memvisualisasikan komentar dan harapannya dalam media gambar tentang 8 isu MDGs. Pada 2 hari pelaksanaan, juga dikumpulkan tanda tangan dukungan pencapaian MDGs, dan aksi bangkit saat menyatakan “Stand Up” dalam pencapaian MDGs.

Pada kegiatan ini terkumpul 640 testimonial dari anak-anak, 200 tanda tangan dan 65 gambar dukungan pencapaian MDGs. “Kampanye stand up and take action adalah momentum global yang penting, dimana jumlah massa terbesar dari seluruh dunia akan terbentuk sebagai wujud pernyataan , dukungan dan perbuatan konkrit global terhadap penanggulangan kemiskinan dan pencapaian MDG. Anak-anak perlu tahu dan juga ikut terlibat dalam usaha pencapaian MDGs”.

KAKI sebagai suatu komunitas anak yang kritis terhadap isu-isu global, khusunya yang menyangkut pelaksanaan hak anak, sebelumnya juga sudah mengadakan beberapa kegiatan dalam usaha sosialisasi dan  pencapaian MDGs. Diantaranya, MDGs Courses, Project Collaborative bersama Portugal, dll.

Wah.. barusan saya chat ama Om AZIS , saya setidaknya kembali meyakinkan diri saya, bahwa saya BISA bwat jadi pemimpin masa depan. Semula saya sempat ragu, karena “memangnya saya ini siapa?”, dan saya bingung, apa mungkin cuma saya pemimpin yang matematiknya nggak jelas? Haha.

Saya juga mikir, apa saya bener bener bisa jdi seorang diplomat? apa itu gak realistis? Wah banyak yah yang saya pikirin. Blum lagi, saya terlalu banyak dengerin omongan orang selama ini. Saya nggak tahu, apakah itu berakibat membunuh karakter saya atau nggak. Tapi setidaknya, sekarang saya jadi lebih yakin, dan bersemangat!

Saya harus bisa menaklukan MATEMATIKA! Saya harus BISA! Saya nggak mau dianggap pelengkap lagi. Nggak mau! Komunikasi atau HI memang masih jadi impian, dan hingga detik ini saya masih  bimbang akan kemana. Tapi setidaknya sekarang saya mampu menempatkan HI di prioritas utama. Mungkin saya akan ambil PMDK- Komunikasi, dan Jalur Prestasi – HI. Andaikan keduanya LOLOS. Insya Allah.. HI!

Allah udah mengatur semuanya. saya hanya bisa berusaha dan tetep berdoa. Semoga apa yang saya perjuangkan selama ini membuahkan hasil. Bener! Selama ini saya banyak mikirin orang lain? Sekarang saatnya saya untuk sedikit lebih egois. I must thinking about my future! 1 Tahun ini.. SAYA HARUS BERSABAR!

Ya Allah, mudahkanlah jalanku. Jika aku mengajak orang untuk STAND UP AGAINST POVERTY. Please, STOOD UP ME! Bangkitkan SAYA! I need to stand up against MY SELF and this LIFE!

Well. Ujian pertama datang di saat beberapa hari yang lalu aku mengeluarkan statement untuk stop berkompetisi dulu untuk beberapa saat ini. Hari ini, Pak Rama (wakil kepsek) datang ke kelas. Kirain ngapain, eh ternyata Beliau menyodorkan selembar kertas. Kertas itu adalah UNDANGAN LOMBA. Lomba APA? lomba yang paling saya senangi. Haha.. ada 2 lomba sebenernya, dari FAKULTAS HUKUM UNAND.

Mereka ngadain “Lomba Cerdas Cermat Hukum dan Konstitusi” dan “Lomba Debat Hukum”. Saya interest ama keduanya. Tapi jujur aja, Lomba kedua yang membuat saya menjadi dilematis. Kalo untuk cerdas cermat, udah pernah. Juga udah pernah Juara. Dan lagian, cerdas cermat hukum agak sedikit menyebalkan, karena artinya saya harus menghapal pasal pasal yang sudah lama saya tinggalkan. Hehe. Tapi Lomba yang kedua.. It’s a new thing buat saya. Memang sih, debat bukan hal asing. Saya udah pernah ikutan debat ekonomi, debat b.inggris, debat b.indonesia, tapi saya belum pernah ikutan debat Hukum.

Memang, saya udah terlalu sering muncul di Fakultas Hukum. Karena tahun lalu, Alhamdulillah Allah ngasih mukjizat pada saya, untuk dinobatkan sebagai Juara Olimpiade Hukum ama Best Presentasi. Tapi debat hukum ini begitu menggiarkan. apalagi aktualita hukum yang diangkat juga amat sangat menyenangkan, topiknya sih banyak general dan emang up2date. Memandang dari sudut pandang hukum.. Haha.i.

Selain itu, hadiah juga menggiurkan banget. Piala yang diperebutkan juga Piala Ketua Mahkamah Konstituso wah,, jarang-jarang ntuw. Dan saya begitu bimbang akan hal ini. Kalo lombanya 1 hri, mungkin it’s OK. Tapi Lombanya 4 hari. Diinapkan! Artinya saya harus nggak sekolah dari Senin-Kamis. Belum lagi.. saya harus libur les toefl, mana hari seninnya progress test. Dan saya sudah membayangkan bahwa orang tua dirumah pasti nggak bakalan setuju.

Dan benar, ketika membicarakan masalah ini dengan ayah ma Ibu. Hhaa.. Ayah sih setuju setuju aja. katanya “Kalo kamu optimis, silahkan!”. Tapi Ibu,, jelas aja nggak setuju.

Awalnya saya bimbang.. tapi setelah dipikir-pikir, mungkin kali ini saya harus mengatakan TIDAK. Mungkin ini saatnya untuk regenerasi. Mungkin ini saatnya untuk membuktikan skala prioritas. Yah.. semoga junior-junior saya bisa memberikan yang terbaik. Menang atau tidak, yang penting mereka belajar untuk BERKOMUNIKASI DAN BERKOMPETISI. Good Luck adek adek!!


Kemarin benar-benar menyenangkan. Akhirnya ketemu lagi sama teman-teman ku tercinta. Di mulai dengan berlebaran ke rumah Tama, kemudian satu persatu kwan saya muncul. Ada Gian, Sutris, dan kita pun bersama sama pergi ke SEKOLAH. Dan menemui Wiwiek, Maulini, Iib, dan Opick. Dan dengan sebuah mobil disertai beberapa motor, kita pun pergi ke rumah kepsek (nggak ada orang), ke rumah Bu Dian (nggak ada orang), dan alhamdulillah BU DAYU was at home. Haha.. Cukup lama berlbaran disana. dari ngomongin pesantren, tugas skolah, ampe masalah masalah skolah

Perjalanan berlanjut ke rumah Bu’ Mis. Horay! Dapat makan pangsit gratis.. haha Plus Es Kelapa Muda (meskipun saya tidak mencobanya, krn tak pernah suka). Di sini obrolan lebih panjang.. yA.. Harap maklum. Kemudian dari sini perjalanan kembali ke rumah Tama.. dan mereka mengunjungi Bu EVI. tapi saya memilih tinggal di rumah tama, en tidur.. Haha. capek.

   

Kemudian.. kami pergi ke pantai.. moment yang menakjubkan. alam juga lagi bersahabat. Saya mendapatkan banyak foto-foto mantaph di sana. ahahaha. Dan mereka pun pergi ke rumah saya.. Hho.. ampe numpang mandi sgala,, skaligus merampok oleh oleh dr Cina.. haha.. dan.. kemudian. kita nonton sirkus.. Haha.. kayak anak-anak aja.. tpi yang penting kebersamaan. Masalahnya, kapan lagi kayak gini. Besok dah mulai skolah. UAN smakin dekat. Ondeh.. ngomongin UAN lage.. HAHA.. smoga kami smua masih bisa tertawa bersama seperti ini. Alhamdulillah, ALLAHU AKBAR!

Well, sejak kepulangan dari Beijing, jujur aja, saya punya ekspektasi baru terhadap masa depan saya. Saya menginginkan sebuah perubahan yang lebih berarti, dan menantang saya untuk melakukannya. Yang jelas,

Point 1 : Saya ingin segera menamatkan bangku SMA . UAN (Ujian Akhir Nasional) benar benar mengganggu saya. Inilah kali pertama pada UN saya tidak begitu confident. Yah. karena untuk pertama kalinya juga, ada mata pelajaran yang betul betul saya tidak kuasai. Matematika. Haha. INI UAN. Saya nggak bisa gambling lage. Haha. UAN bener bener jadi momok yang menakutkan bagi saya saat ini. Saya antara mau ketawa ataupun cemas, ketika teman teman pada ngeledek ‘Nggak lucu kan, kalo siswa berprestasi sumbar,, eh ternyata nggak lulus UAN”, kalo ini mah dah terlalu sering saya dengar. Dan ini benar benar mengganggu saya. Karena di sisi lain, semua orang berekspektasi lebih pada saya. Masih ingat ketika Kepsek ngomong, wah.. “kalo iman jadi peraih nem tertinggi buat IPS gimana ya?”, ini joke atau apa? jangankan bermimpi untuk meraih nem tertinggi. sekarang ekspektasi saya, saya ingin LULUS.  Saya sudah mencoba belajar, tapi nggak ngerti-ngerti juga. Moga-moga Allah mendengarkan doa saya.

Point 2 : Saya ingin kuliah ! KOMUNIKASI! Kalo point 1 tercapai (harus), saya ingin segera kuliah. Mass communication lah yang jadi tujuan saya. Saat ini saya benar benar tidak ingin kuliah di Padang, jika saaya gagal mencapai UI/ UGM/ UNPAD tahun depan.. mungkin saya akan memfokuskan diri saya untuk volunteering dluw. Yeah. Ini juga mengganggu saya, ketika masih banyak orang yang menganggap bahwa KOMUNIKASI ADALAH PILIHAN YANG TERLALU BODOH BAGI SAYA, hingga saya bosan menjelaskannya. Semuanya masih berpikir bahwa, saya harus di Hubungan Internasional, atau ada yang lebih gila lagi.. dan masih berpikiran bahwa saya akan jadi dokter. Haha.

Point 3 : Saya igin volunteering untuk anak, dan MDG. Lulus ga lulus, kuliah gak kuliah, dan dimanapun saya berada nantinya. Point ini seolah sebagai sebuah keharusan bagi saya. Sampai saat ini, baru ada 2 pihak yang mungkin akan jadi orientasi saya. 1. Unicef Voluntary Board (smoga saja bekal sbagai PMI cukup), dan 2. Youth MDG Indonesia (semoga saja apa yang saya coba untuk support MDG selama ini cukup)

Point 4 : Saya ingin jadi educator. Yah.. sembari kuliah, sembari volunteering. Ini yang ingin saya lakukan. Saya terinspirasi melihat guru guru yang luar biasa. Saya bukan ingin menjadi teacher. tapi pendidik. Yah.. saya ingin 2 tahun lagi, saya sudah punya murid. Paling nggak, saya pengen jadi coach club club di smp atau smp di kota saya bermukim nanti. Karena saya ingin segera berbagi apa yang saya miliki, dan juga belajar dari mereka semua. Semoga saja, apa yang sudah saya capai selama 17 tahun, cukup untuk membuat orang tidak “under estimate” pada saya

Point 5 : Saya ingin menerbitkan buku. Saya terinsipirasi oleh obrolan si asep ramdhani (PMI 07) yang bilang bahw autobiografinya bakal segera released. Ya ampun.. itu impian saya dari dluw. KALO UNTUK SEBUAH BIOGRAFI RASANYA SAYA BELUM LAYAK. Terlalu sedikit yang saya miliki. Mungkin yang lebih realistis bagi saya saat ini, saya ingin menulis sebuah buku. Tentang apalah itu. 2 TAHUN LAGI, SAYA INGIN BUKU INI RELEASED. hahaa

Haha. Dan sebetulnya ada banyak visi lain yang ingin saya capai selama 1-2 tahun ke depan. Tapi ini cukup lah.. sementara