Well. Belakangan ini (nggak belakangan ini juga sih sebenernya). Saya banyak sekali menerima kritik, nasehat, dll. Dan saya sangat bersyukur atas semua itu. Saya percaya bahwa tandanya, masih banyak orang yang peduli dengan saya, dan menginginkan saya menjadi seseorang yang lebih baik. Jauh dari lubuk hati terdalam, saya nggak pernah berpikir atau memiliki motivasi untuk menyombongkan diri, atau expose semua kelebihan saya. Toh, jikalau sebenernya liat posting saya dari awal blog ini berdiri, nggak kisah sukses aja.. tapi sampai curhatan juga ada di sini. Dari masalah sekolah, ampe keluarga.. ada di sini (bisa di check).
Saya nggak pernah berpikir bahwa blog ini, justru akan menjadikan saya menjadi seseorang yang sombong, angkuh, dan sejenisnya. Blog ini bagi saya tempat sharing, tempat berbagi,, apakah itu kisah sukses.. atau juga persoalan pelik yang sedang saya hadapi.
Belakangan, saya menerima banyak sekali kritikan. Nggak cuma di dunia maya. Tetapi juga di kehidupan nyata. Dan saya sadari, bahwa itu juga bagian dari ekspektasi orang-orang terhadap saya. saya memakluminya, dan bahkan lebih mensyukurinya. Karena ternyata masih banyak yang peduli dengan segala tindak tanduk saya.
1. BLOG ini
Mungkin banyak yang risih dengan keberadaan CV saya di blog ini. Jujur, nggak ada maksud buat menyombongkan diri. Toh, apa yang mau saya sombongkan, kalau saya ini masih kalah jauh dibandingkan anda semua. Saya ini, cuma anak usia 17 tahun yang masih belajar untuk jadi “seseorang”. Dulu saya juga ga pernah berpikir untuk publish CV di blog ini. karena mungkin yang ada di pikiran saya “kita nggak perlu xpose siapa kita. ujung-ujungnya orang juga tahu”. Dan saya mempercayai itu untuk sekian lama. Tapi lambat laun, saia blogwalking, mengamati, dan juga merasakan sendiri. Bahwa ada saatnya juga orang perlu tahu tentang kita. Fungsinya? untuk kita sendiri, bahwa kita punya pressure tersendiri yang harus dinikmati. ITU DIA EKSPEKTASI orang lain. membuat kita smakin ingin terus kompetitif. dan juga memotivasi yang lainnya.
Saya sadar, bahwa nggak semua orang berani mengkritik di forum forum umum. Dan saya sangat menghargai setiap orang yang berani mengkritik saia, apakah dengan anonim, atau bahkan wujud nyata (hehe). Untuk sesaat saya membiarkannya, karena respon positif lebih banyak dari respon negatif.
Selanjutnya dengan content blog ini, banyak yang bilang bahwa content nya cuma show up smua kelebihan2 saya aja. dll. jujur.. saya menulis, apa yang saya rasakan. jadi ketika senang, kadang gak terkontrol. bener-bener lepas saat menulis (contohnya ya seperti sekarang ini). dan saya sadari, itu juga bagian dari kelemahan saya.
Sesaat, sama halnya dengan perkara CV tadi. bahwa saya membiarkan. karena respon sejauh ini mayoritas support. Tapi lambat laun, saya mencoba untuk berpikir. Bahwa saya hidup di dunia ini bukan hanya memikirkan orang-orang yang mendukung saya, tetapi juga bagaimana membuat orang yang tadinya berada pada posisi “kontra” dengan saya, menjadi berpihak. Untuk itu, saya mencoba ambil jalan tengah.
Saya nggak ingin eksistensi saya justru menjadi benalu bagi orang-orang di sekitar saya. Dan untuk itulah, saya sering bicara “Mohon. kritik saya”. Tetapi, mungkin kultur yang melekat dalam darah daging kita, tidak membiasakan kita untuk mengomentari di depan umum. dan saya hargai itu. Tapi mohon, itu juga penting bagi saya, untuk proses pengevaluasian. mungkin tidak lewat blog, tapi bisa email. bahkan sms. tentunya dengan etika yang ada.
untuk itu, di bagian “Siapa Iman”, buat yang mau tahu soal CV saya, bisa di download. sehingga, orang ga perlu risih lagi.
2. SAYA ITU SEPERTI APA?
Ini mungkin lebih ke personal, buat orang-orang yang mengenal saya secara pribadi. atau bahkan mungkin kenal lewat friendster, facebook, dan kini sudah mulai getting closer dengan saya. Sepintas mungkin saya terlihat arrogant, narsis, self assertive, individualis, dll. Saya hargai komentar mengenai itu semua. Tapi sejujurnya, sejak dulu saya selalu berpikir dan belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik.
Saya masih ingat, ketika dulu saya hampir tidak memiliki yang namanya sahabat. ketika semua orang punya sahabat, mungkin saya cuma punya apa yang disebut “teman” dan “mungkin teman”. Lambat laun, saya mencoba untuk mereduksi apa yang jadi bagian buruk dari pribadi saya, dan sampai sekarang saya masih dalam proses “belajar” itu sendiri.
Saya harap nggak ada komentar “kamu kelihatannya…..” , please… ayo kita berkenalan. menjalin silaturahmi, dan setelah itu, baru “TELL EVERYTHING U WANT”. dan Insya Allah saya akan menerimanya dengan besar hati. Semuanya, saya percaya bahwa inilah bagian dari hidup. Nggak selamanya semua yang kita inginkan tercapai. Nggak selamanya semua orang bisa menyukai kita. tapi itulah yang sedang saya pelajari. Sebuah ilmu yang hampi selalu gagal saya hadapi ketika ujian. dan ilmu itu adalah “kepribadian”.
Saya mohon semua dukungan dan krtikannya. Makasih buat yang sudah memberikan nasehat dan kritik selama ini. special thanks buat kak ghita, yang membuka cakrawala saya, dan akhirnya saya berkeingan untuk menulis ini. Mungkin nantinya dalam proses pembelajaran itu, saya akan mengulangi kesalahan yang pernah saya lakukan secara tak sengaja, mohon diingatkan.
Terima Kasih

Final: CERDAS CERMAT, terbagi atas 3 sesi

