Pada tanggal 12 September 2009, 43 mahasiswa baru didampingi senior angkatan 2007 jurusan Ilmu Hubungan Internasional UI didampingi melakukan kunjungan NGO bekerjasama dengan HOPE Worldwide Indonesia ke Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru jurusan HI UI 2009, dalam rangkaian kegiatan Temu Keluarga Hubungan Internasional (TKHI) 2009.
Di Cilincing, setiap peserta melakukan kegiatan community service bersama warga sekitar, yang terbagi dalam 2 sesi. Pada sesi pertama, kami terlibat dalam kegiatan daur ulang kertas. Kami dijelaskan mengenai proses daur ulang kertas, dan juga mempraktekkannya langsung. Kemudian, kreatifitas kami diuji dalam kegiatan pemanfaatan kertas bekas menjadi barang-barang berguna. Misalnya, tempat pensil, celengan, dll.

Pada sesi kedua, kami terlibat dalam kegiatan “Saturday Academic”. Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh Hope Worldwide Indonesia setiap Sabtu. Pada program ini, kami menjadi volunteers yang berperan sebagai pengajar anak-anak yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Kami dibagi ke beberapa kelas, mulai dari TK A hingga kelas 6 SD. Saya sendiri bersama Dwinta dan Garry bertugas mengajar anak-anak kelas 4 SD. Karena keterbatasan tempat, kelas 4 digabung dengan kelas 5 dan 6. Sehingga beberapa teman saya yang semula mengajar di kelas 5 dan 6 juga berpartisipasi sebagai pengajar.
Pada kegiatan yang berlangsung selama 2 jam ini, proses belajar mengajar berlangsung cukup menarik. Anak-anak terlihat antusias dalam mengikuti setiap pelajaran yang kami ajarkan. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, dan menyanyi bersama lagu “Twinkle-Twinkle Little Star”. Selanjutnya sejumlah topik juga diajarkan, seperti: tata krama, bahasa Inggris (introduction, jobs, greetings, dll). Selain itu juga ada quiz Bingo yang ditampilkan dalam format pengetahuan umum. Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini, kami juga berdiskusi mengenai cita cita. Setiap anak diminta untuk menggambarkan cita cita mereka di selembar kertas, kemudian beberapa anak diminta untuk bercerita mengenai cita-cita tersebut. Hal miris yang muncul pada kegiatan ini, ketika salah satu anak ditanya kenapa tidak mau menjadi presiden, anak tersebut menjawab “ketinggian kak, kalo jadi presiden”. Tak lupa kami juga memberika semangat kepada mereka untuk meraih cita-cita.
Di akhir kegiatan ini, kami membagikan selembar kertas, untuk menuliskan kesan dan pesan bagi kami para pengajar. Pada umumnya, testimonial dari mereka menunjukkan bahwa mereka senang dapat belajar bersama kami, dan mengharapkan agar kami dapat kembali mengajar di sana pada lain kesempatan.
Personal Note:
Well.. setelah cukup lama mengidamkan kembali berkegiatan dan bervolunteering, akhirnya kesampaian juga. Seru skali bisa ketemu sama anak-anak di sana. Panas terik, ditambah dengan hawa pantai yang panas, nggak jadi halangan buat berbagi dengan anak-anak di sana. Paling seru pas ngajar anak-anak. Yeah! Senang mendengarkan cita cita mereka yang segudang. Sekaligus miris, ketika sejumlah persoalan yang ada mengintervensi mereka untuk mengimpikan profesi tertentu. Misalnya, ga ada yang mau jadi presiden dengan alasan “ketinggian kak!”, atau ga ada yang mau jadi polisi dan tentara dengan alasan “takut salah tembak kak”. Yeah, jawaban jawaban polos mereka, membuat kita semua bersemangat bahwa dengan kerja keras, bisa dilakukan!
Terima kasih buat Panitia TKHI 2007 yang sudah bekerja keras untuk menghasilkan kegiatan seperti ini. HOPE Worldwide Indonesia, dan juga teman-teman HI UI 09 yang sudah bekerjasama dan menunjukkan komitmennya.


