Yeah! Akhirnya setelah lebih 1 bulan saya absen dr dunia blogging (pastinya bukan absen dr internetan; secara FACEBOOK smakin menggila), sekarang saya kembali lagi. Hehe. dan mencoba untuk memulai kembali kehidupan saya di dunia blogging. well. soal masalah di posting sebelumnya, saya ngucapin “makasih banget” ya buat smua yang ngasih komentar, baik di blog maupun facebook. Moga2 saya bisa coba untuk menjadi lebih baik. dan saya tetep menunggu kritikan serta komentarnya.

Well.. udah sejak 3 minggu yang lalu, saya mulai merasakan kebebasan dr dunia sekolah. hehe. soalnya abis UN langsung UAS. sedangkan temen-temen di Jawa kayaknya ada yg bru selesai UAS minggu ini. Yeah, mendingan UN langsung UAS sih. jd cepat kelar. dan sekarang saya bener-bener dalam posisi was was, menunggu hasil. Nggak berharap banyak, dan sepertinya resolusi buat jd top 3 skolah bakalan nggak tercapai. Hehe. saat ini saya hanya berharap smoga Lulus dangan hasil yang cukup menggembirakan. Hehehe. Kemarin sih pas UN insya Allah bisa ngerjain, dan Math yang selama ini jd bayang bayang kelam dalam kehidupan saya (lebai), cukup bisa untuk dilalui. Even.. geography jd yg paling susah. Kalo dibikin urutannya, dari yang tersusah (teraneh):

GEO – EKO – MATH – BASINDO – B.ING – SOSIO

yah.. saya cukup berharap banyak di B.inggris dan Sosiologi, smoga bisa dongkrak rata rata nilai. Tapi manusia cuma bisa merencanakan. usaha. dan tawakal. yang menentukan Allah SWT. meskipun saya udah usaha mati-matian, dan optimis, tapi. yah. anything can happen. Moga-moga aja kisah panjang di SMA ditutup dengan manis.

Well. sejak berakhirnya UAN, banyak peristiwa yang dihadapi. dan.. jujur aja, saya semakin merasa dekat dengan teman-teman. apa karena mau pisah?

FAREWELL PARTY

Haha. meskipun agak kecewa dengan kinerja OSIS junior saya, dalam menetapkan lokasi acara yg super panas.. HAHAHA. cuma, tetep berasa aura farewell smansa yg slalu menggebrak dan beda. Seru aja.. ngumpul ama teman, berjas jas ria,, dan yg cewek berkebaya. tp panasnya itu low. ganggu banget. hehe. Then. pas farewell. saya ikutan choir juga (akhirnya). hehe. nyanyiin 3 lagu gtu. Opick (satu rindu), SHERINA (lihatlah lebih dekat), ama PROJECT P. dan yang lagu sherina cukup berhasil bikin nangis. hehehe. abis farewell. dengan gilanya kami poto2 ke pantai. Hahaha

jalan-jalan, main, muter-muter, with FRIENDS

yah. karena udah selesai ujian. farewell juga udahan. les juga blom mulai. dan kita hanya menjadi seonggok pengangguran. Hahaa.. nggak tau mau ngapain. alhasil, terjadilah peristiwa main2 nggak jelas ini. Mulai dari sekedar nginep di rumah Tama, begadang, ampe bener bener humstay ke Minang Fantasi, padang panjang (haha, jarang2 saya mau ke luar kota. males bener.. hehe). Banyak hal seru. dan kita makin ngerasa deket. bener.. nggak tau deh, ketika udah jauh2 ntar.. apa yang terjadi. heehe

Les TOEFL (moga2 scorenya bagus)

sibuk dengan AFS Selection

Yeah, tahun ini saya msih jd panitia seleksi AFS (pertukaran pelajar) di Chapter Padang, dan tahun ini we made a record. hahaha.. akhirnya tembus juga 500 peserta AFS di Chapter Padang. dan. selama 1 minggu ini sibuk dengan meriksa hasil ujian anak-anak. dan juga tabulasi nilai. Yeah. banyak yg bisa dipelajari, dan saya bener-bener excited menunggu the next future leaders from AFS- Padang.

dan.. Alhamdulillah, saya bru dapat beberapa kabar bahagia. I’ll tell u later.

Well. Belakangan ini (nggak belakangan ini juga sih sebenernya). Saya banyak sekali menerima kritik, nasehat, dll. Dan saya sangat bersyukur atas semua itu. Saya percaya bahwa tandanya, masih banyak orang yang peduli dengan saya, dan menginginkan saya menjadi seseorang yang lebih baik. Jauh dari lubuk hati terdalam, saya nggak pernah berpikir atau memiliki motivasi untuk menyombongkan diri, atau expose semua kelebihan saya. Toh, jikalau sebenernya liat posting saya dari awal blog ini berdiri, nggak kisah sukses aja.. tapi sampai curhatan juga ada di sini. Dari masalah sekolah, ampe keluarga.. ada di sini (bisa di check).

Saya nggak pernah berpikir bahwa blog ini, justru akan menjadikan saya menjadi seseorang yang sombong, angkuh, dan sejenisnya. Blog ini bagi saya tempat sharing, tempat berbagi,, apakah itu kisah sukses.. atau juga persoalan pelik yang sedang saya hadapi.

Belakangan, saya menerima banyak sekali kritikan. Nggak cuma di dunia maya. Tetapi juga di kehidupan nyata. Dan saya sadari, bahwa itu juga bagian dari ekspektasi orang-orang terhadap saya. saya memakluminya, dan bahkan lebih mensyukurinya. Karena ternyata masih banyak yang peduli dengan segala tindak tanduk saya.

1. BLOG ini

Mungkin banyak yang risih dengan keberadaan CV saya di blog ini. Jujur, nggak ada maksud buat menyombongkan diri. Toh, apa yang mau saya sombongkan, kalau saya ini masih kalah jauh dibandingkan anda semua. Saya ini, cuma anak usia 17 tahun yang masih belajar untuk jadi “seseorang”. Dulu saya juga ga pernah berpikir untuk publish CV di blog ini. karena mungkin yang ada di pikiran saya “kita nggak perlu xpose siapa kita. ujung-ujungnya orang juga tahu”. Dan saya mempercayai itu untuk sekian lama. Tapi lambat laun, saia blogwalking, mengamati, dan juga merasakan sendiri. Bahwa ada saatnya juga orang perlu tahu tentang kita. Fungsinya? untuk kita sendiri, bahwa kita punya pressure tersendiri yang harus dinikmati. ITU DIA EKSPEKTASI orang lain. membuat kita smakin ingin terus kompetitif. dan juga memotivasi yang lainnya.

Saya sadar, bahwa nggak semua orang berani mengkritik di forum forum umum. Dan saya sangat menghargai setiap orang yang berani mengkritik saia, apakah dengan anonim, atau bahkan wujud nyata (hehe). Untuk sesaat saya membiarkannya, karena respon positif lebih banyak dari respon negatif. 

Selanjutnya dengan content blog ini, banyak yang bilang bahwa content nya cuma show up smua kelebihan2 saya aja. dll. jujur.. saya menulis, apa yang saya rasakan. jadi ketika senang, kadang gak terkontrol. bener-bener lepas saat menulis (contohnya ya seperti sekarang ini). dan saya sadari, itu juga bagian dari kelemahan saya.

Sesaat, sama halnya dengan perkara CV tadi. bahwa saya membiarkan. karena respon sejauh ini mayoritas support. Tapi lambat laun, saya mencoba untuk berpikir. Bahwa saya hidup di dunia ini bukan hanya memikirkan orang-orang yang mendukung saya, tetapi juga bagaimana membuat orang yang tadinya berada pada posisi “kontra” dengan saya, menjadi berpihak. Untuk itu, saya mencoba ambil jalan tengah.

Saya nggak ingin eksistensi saya justru menjadi benalu bagi orang-orang di sekitar saya. Dan untuk itulah, saya sering bicara “Mohon. kritik saya”. Tetapi, mungkin kultur yang melekat dalam darah daging kita, tidak membiasakan kita untuk mengomentari di depan umum. dan saya hargai itu. Tapi mohon, itu juga penting bagi saya, untuk proses pengevaluasian. mungkin tidak lewat blog, tapi bisa email. bahkan sms. tentunya dengan etika yang ada.

untuk itu, di bagian “Siapa Iman”, buat yang mau tahu soal CV saya, bisa di download. sehingga, orang ga perlu risih lagi. 

2. SAYA ITU SEPERTI APA?

Ini mungkin lebih ke personal, buat orang-orang yang mengenal saya secara pribadi. atau bahkan mungkin kenal lewat friendster, facebook, dan kini sudah mulai getting closer dengan saya. Sepintas mungkin saya terlihat arrogant, narsis, self assertive, individualis, dll. Saya hargai komentar mengenai itu semua. Tapi sejujurnya, sejak dulu saya selalu berpikir dan belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

Saya masih ingat, ketika dulu saya hampir tidak memiliki yang namanya sahabat. ketika semua orang punya sahabat, mungkin saya cuma punya apa yang disebut “teman” dan “mungkin teman”. Lambat laun, saya mencoba untuk mereduksi apa yang jadi bagian buruk dari pribadi saya, dan sampai sekarang saya masih dalam proses “belajar” itu sendiri.

Saya harap nggak ada komentar “kamu kelihatannya…..” , please… ayo kita berkenalan. menjalin silaturahmi, dan setelah itu, baru “TELL EVERYTHING U WANT”. dan Insya Allah saya akan menerimanya dengan besar hati. Semuanya, saya percaya bahwa inilah bagian dari hidup. Nggak selamanya semua yang kita inginkan tercapai. Nggak selamanya semua orang bisa menyukai kita. tapi itulah yang sedang saya pelajari. Sebuah ilmu yang hampi selalu gagal saya hadapi ketika ujian. dan ilmu itu adalah “kepribadian”. 

Saya mohon semua dukungan dan krtikannya. Makasih buat yang sudah memberikan nasehat dan kritik selama ini. special thanks buat kak ghita, yang membuka cakrawala saya, dan akhirnya saya berkeingan untuk menulis ini. Mungkin nantinya dalam proses pembelajaran itu, saya akan mengulangi kesalahan yang pernah saya lakukan secara tak sengaja, mohon diingatkan.

Terima Kasih

Well. Finally, I did it. Haha.

Masih inget dulu pas masih kelas X. Jangankan suka ama ekonomi, bahkan ekonomi adalah pelajaran yang berkontribusi nilai terendah untuk bidang studi IPS, meskipun nggak rendah-rendah banget, yah masih di atas 80 lah.. Cuma, emang belajar ekonomi.. Yeah Just looking for good score. Haha

Pas kelas 2, nggak jauh beda. Mungkin karena disebabkan oleh faktor guru yang.. yeah mau dibilang bagus, nggak juga. Mau dibilang kurang bagus.. yah mau gimana.. yah.. intinya, saya sama aja kayak ga belajar. So.. dr mana saia dapet kalo ujian? Yeah. Cuma baca buku, dan mencoba untuk memahaminya sendiri

Even.. dlu pas kelas 2, saya sempet berpikir.. Cuma bisa Akuntansi dan ga bisa Ekonomi. Haha. Tapi smuanya berubah di saat kelas 3.

Selama ini mungkin nilai saya masih save, masih di atas 80. dan bahkan pas kelas 2 semester 2 bisa dapet 90. Tapi pas kelas 3 semester 1 kemarin.. yeah.. sperti yang pernah saia ceritakan.. nilai ekonomi jadi pelajaran dengan skor terendah. Bisa dibayangkan.. Cuma 79. uff. Padahal smua temen-temen rata2 di atas 80, even ada yang 96

Sejak itu saya bertekad.. saya harus membuktikan bahwa angka 79 nggak pantas di rapor saia. Pada saat jelang kompetisi di UNP, saia belajar mati-matian. Skeedar buat membuktikan. Dan hasilnya, not bad.. sampe semifinal.. dan lagian itu juga prestasi tertinggi yang diraih temen-temen sesekolah.

sejak itu,, apalgi sejak saia ikutan intensif SIMAK di Nurul Fikri, saya semakin gigih mempelajari ekonomi. ahahha.. herannya.. akuntansi nya gak mudeng2.. hehe.. dan akhirnya, ketika SMANSA Padang Science Competition (SMAPSIC) 4 digelar.. (dlu saia jd ketuanya pas SMAPSIC 3), di mana tahun ini levelnya dinaikkan.. that’s a pre olympiad.. dan.. juga ada ekonomi untuk pertama kalinya.. hehe. saya bertekad.. at least masuk FINAL. hahaha

pas tanggal 7 Maret 2009. uff.. soal penyisihannya susah bener. 60 soal 2 jam.. saia cuma ngisi 57. hahaha. saking gilanya.. bodo amat ama minus1. hehe.. isi aja.. eh ternyata saia masuk FINAL. numb 5 di penyisihan.. dan pas final digelar.. hehe.. soalnya ga begitu susah sih.. cuma pas akuntansinya.. ga sempat menyelesaikan sgala macam laporan yg diminta.. NOT BAD.. even.. surprisingly.. saya dapet JUARA 3. Hahaha.. 

photo_00221

Keberhasilan di SMAPSIC, bikin saya smakin bersemangat pas LOMBA AKUNTANSI SE SUMBAR, RIAU, JAMBI di UPI. jadi ceritanya, taun lalu saia ikutan juga lomba ini, berpasangan ama si Aulia. tp ga menang. yang menang Indra ma Gian.. nah taun ini, si Gian (Juara 1 SMAPSIC), nggak mau ikutan lomba ini.. soalnya sistem lomba nya beribet banget, dan kali ini SMA digabung ma SMK. bisa dibayangkan.. smk jelas unggul donk. nah akhirnya saya menggantiakn GIAN, berpasangan dengan INDRA 

Babak 1: ngerjain soal ekonomi akuntansi sebanyak 100 buah dalam waktu 1 jam. (Betul +4, salah -2, Kosong -1. PAKE PENA.). saya cuma bisa ngerjain sekitar 85 soal. Indra kayaknya juga segitu

Babak 2: ngerjain siklus akuntansi dagang. dari jurnal umum ampe jurnal penutupnya dengan micr. excel.. tpi kita cuma siap ampe NERACA. haha.. waktunya cuma 2 jam.. dan kita udah stress bener.. gpp. yang penting worksheetnya BERES..

pengumuman ke FINAL. ternyata,, we did it. kita masuk FINAL dengan peringkat 1 (akumulasi Babak 1 n babak 2)

p31200172Final: CERDAS CERMAT, terbagi atas 3 sesi

sesi 1: soal jatah. ada 5 soal. nilai kita cuma 250

sesi 2: soal nilai bertingkat. jd soal 1, nilainya 100 kalo bener, salah minus 100. soal 2, bener 200, salah minus 200, bgtu seterusnya ampe 1000. hehehe.. dan kita dapet point banyak pas di sini. yaitu 2900

sesi 3: GAMBLING. jadi mempertaruhkan nilai untuk menjawab 1 pertanyaan. dan kita pertaruhkan 300. dan salah.. hehe

 so.. ternyata KITA JUARA 1. 

SMAN 1 Padang : 2850

SMK 3 Padang : 200

SMA 4 Bukittingi : 100

SMK 1 Solok: -100

SMK DEK Padang : -700

mm.. akhirnya.. sekarang hubungan saia ma guru ekonomi mulai membaik.. dan saia bisa membuktikan.. hehe. thanks guys

n1535080978_154627_6260

HUBUNGAN INTERNASIONAL

UNIVERSITAS INDONESIA

RESOLUSI NUMB 2 DI TAHUN 2009

n591310030_2021269_34262

Pic by: Yoes Chandra K

A song for Gaza, WeWillNotGoDown (Michael Heart)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

pc2401612Hidup adalah roda yang berputar. Kadang kala kehidupan kita berada di titik terendah. Tetapi kadang kala kita akan berada di titik tertinggi. Kehidupan yang dialami bangsa Indonesia saat ini mungkin sedang berada di titik pertengahan.

Titik awal untuk menuju titik tertinggi telah dimulai ketika “Indonesia merdeka” berkumandang. Artinya, tak sulit untuk menuju titik tertinggi. Sekarang, saatnya untuk membangun harapan yang disertai optimisme untuk mewujudkan mimpi kita bersama.

Harapan adalah awal dari segalanya

Hidup ini dibangun dari tumpukan batu harapan. Sama halnya dengan bebatuan yang merupakan pondasi sebuah bangunan, harapan merupakan pondasi dari kehidupan. Tumpukan harapan itu mengokohkan pondasi sebuah bangunan, yang kita kenal dengan kehidupan. Harapan dan imajinasi menyusun diri layaknya bongkahan tulang yang menyusun tubuh manusia. Harapan dan imajinasi membangun impian dan cita-cita tentang hari esok yang lebih cerah.

Mengutip Helen Keller, “Optimisme is the path that leads to achievement. Nothing can be done without hopes and confidence“. Tak ada yang dapat dilakukan tanpa harapan dan rasa pecaya diri. Harapan akan menumbuhkan energi dan spirit baru dalam hidup. Harapan merupakan sebuah perencanaan untuk menuai masa depan yang lebih baik.

Ketika harapan itu diyakini, muncullah sebuah rasa percaya diri. Keyakinan yang kuat untuk mewujudkan harapan tersebut. Memunculkan rasa optimis dalam diri, yang menjadi motivator terbesar untuk menggapainya. Optimisme merupakan energi yang besar untuk mewujudkan mimpi.

Kita tak akan bertemu dengan kehidupan yang dikelilingi oleh kemajuan teknologi dan sains seperti saat ini, tanpa orang-orang yang berani membuat mimpi, tanpa adanya orang-orang yang menginginkan sebuah perubahan.

Tanpa orang-orang seperti Thomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell, dan pemimpi sukses lainnya, mungkin saat ini kita masih hidup dalam dunia yang hanya disinari terang bulan, dan remang-remang cahaya lilin. Mungkin kita masih hidup dalam dunia yang terkurung oleh jeruji-jeruji penjara sosialisasi bermasyarakat, karena terhambat oleh sulitnya komunikasi. Dan masih banyak kendala lainnya, jika pemimpi-pemimpi tersebut tidak optimis, dan tidak mau berjuang untuk mewujudkan mimpinya.

Dalam hal ini, jelas bahwa kita harus berani bermimpi. Karena hidup ini seringkali bermula dari impian-impian yang terkesan impossible, tapi ternyata itu possible.

Dengan harapan yang disertai dengan rasa optimisme, tak sulit untuk menjadikan dreams come true. Karena turn point atau titik balik dari tidur yang panjang telah dimulai. Ketika rasa optimisme muncul, tak ada lagi yang namanya mimpi. Karena optimisme, membangunkan setiap insan yang larut dalam mimpi di tidurnya, menuju sebuah dunia nyata.

Pertanyaannya adalah “Bagaimana cara membangun sebuah rasa optimisme di tengah keraut-mautan bangsa ini?”

Optimisme tak selalu datang di awal

Tak terlambat untuk memunculkan rasa optimisme di tengah krisis yang berkepanjangan. Optimisme tidak selalu datang ketika kita akan memulai transformasi mimpi menjadi kenyataan. Tapi optimisme bisa datang di tengah berjalannya proses transformasi itu.

Optimisme tersebut terbangun setelah timbul kesadaran akan kesalahan yang diperbuat. Akan timbul sebuah dorongan yang amat dahsyat untuk bekerja keras sebagai manifestasi permohonan ampun terhadap kesalahan yang diperbuat.

Dalam hal ini optimisme muncul sebagai cambuk diri untuk menjadi lebih baik. Cambuk untuk berkaca dari pengalaman masa lampau. Cambuk untuk mensugesti diri agar tidak mengulangi kesalahan yang telah diperbuat. Dan optimisme menjadi semakin dahsyat ketika ikhlas dan tawakal mencapai puncaknya.

Inilah tantangan kita sebagai bagian dari bangsa ini. Kita harus mampu keluar dari krisis yang berkepanjangan. Krisis yang dialami masyarakat harus dijadikan sebagai cerminan untuk menata hidup yang lebih baik. Krisis tersebut harus dijadikan pelajaran untuk memperbaharui diri dalam segala aspek kehidupan.

Jangan lanjutkan bermimpi mengenai hal lain, sebelum mimpimu yang dulu belum tercapai. Tapi jangan pula buat dirimu menjadi penat untuk bermimpi. Tapi berinovasilah dengan mimpi-mimpimu.

Mimpi kita yang lama, masih menjadi mimpi kita saat ini. Mimpi untuk menjadikan bangsa ini dari hari ke hari semakin membaik. Untuk mewujudkan hal itu, bangsa ini mebutuhkan putra-putrinya. Anak-anak bangsa yang mampu memberikan udara segar, memberikan kebanggan terhadap bangsa ini.

Bangsa ini memerlukan rasa optimisme dari anak-anak bangsa yang memiliki pemikiran dan pandangan hidup yang maju ke depan. Pemikiran yang dinamis dan berenergi. Pemikiran-pemikiran yang mempunyai tempat bersemayam yang lebih tinggi daripada dunia yang tampak, dan langitnya tidak tertutup keindahan. Imajinasi menemukan jalannya menuju wilayah kerajaan para dewa, dan di sanalah bangsa ini dapat melihat apa yang akan terjadi setelah pembebasan jiwa dari dunia hakikat.

Bangsa ini menggantungkan nasib pada jutaan anak bangsa, yang memiliki jutaan mimpi. Tak bisakah bangsa ini mewujudkan segelintir dari jutaan mimpi itu? Bukan hal yang sulit untuk mewujudkannya. Tapi hal itu akan menjadi tak mudah, ketika mimpi hanya sekedar mimpi dan ketika pengetahuan hanya sekedar pengetahuan.

Memiliki sedikit pengetahuan namun dipergunakan untuk berkaya, jauh lebih berarti daripada memiliki pengetahuan luas namun mati tak berfungsi. Bangsa ini tidak hanya memerlukan orang yang pintar, tapi bangsa ini juga memerlukan orang yang mampu berkarya. Bangsa ini membutuhkan orang yang optimis dalam menghasilkan karyanya. Bangsa ini perlu mimpi, perlu visi. Tapi tak akan berarti tanpa misi. Bangsa ini butuh realisasi mimpi putra-putrinya.

Dan sekali lagi, dalam realisasi mimpi, butuh optimisme.

Menatap masa depan yang lebih cerah lewat optimisme

Mengapa anak-anak bangsa selalu membanggakan negara lain?

Membanggakan betapa bersih dan teraturnya Singapura, betapa demokratisnya negara-negara barat, dan yang lainnya. Mengapa kita selalu berkaca pada sesuatu yang indah? Mengapa tak dimulai dari negeri kita ini.

Rasa kagum terhadap negara lain, jangan sampai membuat kita pesimis terhadap kondisi Indonesia. Tetapi rasa kagum tersebut, seharusnya menjadi pemicu bagi kita, untuk menjadikan bangsa kita seperti yang kita harapkan.

Mengapa kita tidak berkaca pada momentum masa lalu? Ketika Sumpah Pemuda mampu menjadi titik bangkit rasa kesatuan dan kesatuan bangsa guna meraih kemerdekaan. Sumpah tersebut bukan sekedar “janji manis”, tapi merupakan sebuah bukti bahwa para pemuda saat itu menginginkan sebuah perubahan. Menginginkan masa depan yang lebih cerah.

Apa bedanya pemuda saat itu dengan masa kini?

Mengapa kita tidak mampu untuk membangun sebuah bangsa yang lebih baik? Dengan optimisme dan kebulatan tekad bersama, penulis yakin bahwa pemuda-pemudi Indonesia mampu memecahkan bongkahan es krisis yang sudah sejak lama membeku.

Mengutip Kahlil Gibran, “Anak-anak masa depan adalah mereka yang disebut dengan kehidupan, dan mereka mengikuti kehidupan itu dengan langkah-langkah pasti dan kepala tegak. Mereka adalah fajar dengan benteng-benteng baru, tak ada kabut yang menghalangi pandangan mata mereka dan tak ada nyanyian jingle berantai yang akan menghilangkan suara mereka”.

Para pemuda merupakan benih-benih yang ditaburkan di ladang oleh Tuhan, membuka kelopaknya dan menggerak-gerakkan daun-daunnya di hadapan wajah matahari.

Dengan optimisme, penulis yakin bahwa pemuda masa kini mampu menggemparkan dunia, dan menunjukkan citra yang baik tentang Indonesia pada dunia.

Negara kita telah dikenal oleh bangsa lain. Bangsa ini telah diakui keberadaannya. Tetapi mengapa bukan untuk sesuatu yang baik? Mengapa negara kita harus dikenal sebagai negara teroris, negara koruptor, produsen narkotika, dan sejenisnya?

Aapakah dengan kondisi seperti itu, kita sebagai “manusia baru” masih berpangku tangan, dan menyerahkan semuanya pada nasib? Tak terbesitkah keinginan untuk merubah paradigma tersebut? Haruskah selalu golongan tua yang menyelesaikan masalah-masalah di negeri ini?

Ini saatnya bagi anak bangsa untuk mengaplikasikan ilmunya ke dalam dunia real. Sekali lagi, tak ada kata terlambat untuk menciptakan perubahan. Jika orang mampu, mengapa kita tidak?

Kita tidak boleh kehilangan harapan, dan bersikap pesimis. Anak bangsa harus yakin dan percaya, bahwa dunia masih menyisakan tempat yang begitu lapang untuk Indonesia, untuk berdiri sebagai kekuatan baru di dunia. Bangsa ini masih memiliki sumber daya yang berlimpahan.

Anak-anak bangsa harus mampu membangkitkan rasa percaya diri untuk mengaktualisasikan sejuta kreasi yang dimilikinya. Jika saat ini kita gagal, jadikanlah kegagalan sebagai tolak ukur dan penyemangat bagi kita untuk berhasil.

Menatap masa depan yang lebih cerah lewat optimisme, selayaknya bukan hanya sebuah slogan. Tapi hal ini mampu dimaknai dan diresapi oleh setiap insan. Jangan tunggu hujan emas untuk menjadi seorang konglomerat. Jangan tunggu bintang jatuh untuk mewujudkan harapan.

Sekarang bukan saatnya menunggu, tapi sekarang adalah saatnya untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Harus ada keyakinan bahwa pemuda masa kini mampu menghasilkan cabang-cabang besar, yang akan menjulang tinggi ke langit. Saatnya kita memasuki lorong waktu, menuju dunia yang lebih baik, menuju masa depan yang lebih cerah. Optimislah, bahwa proses ini akan membawa kita ke tempat yang benar. Di mana di tempat itu, hari ke hari semakin baik. Dan tempat itu adalah Indonesia-ku. Optimis teman-temanku!!! Bersemangat!!!

Photo dan Tulisan karya M. Iman Usman (Padang)

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

n591310030_1880535_7271

Note: Potonya punya bang Yoes. saya lagi ngefans ama foto-foto beliau. hahaha

Well. sebenernya sejak seminggu yang lalu, sejak undangan “Lomba Olimpiade Ekonomi TK. SMA Se-Sumbar” itu ada di depan saya. Saya sudah berminat buat ikutan.. dan.. satu satunya alasan yang bikin “orang bodoh dan buta dengan ekonomi” ini untuk ikutan adalah “GUE PENGEN BUKTIIN KEPADA GURU GURU ANEH” (baca aja postingan sebelumnya. hiks). Dan as usual.. semua orang (khususnya anak-anak IPA) yang menyangka gue hebat di semua pelajaran (krena juara 1, pdahal ekonomi goblok banget) udah expect lebih pas tau gw mau ikutan.

Hehe.. then,, alasan lain yang bikin gw bersemangat buat ikutan (melebihi orang orang yang dianggap hebat oleh guru guru tersayang, di bidang ekonomi itu), karena:

1. Gw pengen dapet pressure aja. Karena biasanya, kalo gue ikutan lomba.. ya.. biasanya emang prepare.. hehe. Jadi, skalian bangkit dr kebodohan a.k.a. kejahiliahan terhadap pelajaran ekonomi. Jadi ceritanya, biar skalian belajar buat Ujian. hehe

2. Pengen juga menguji kemampuan di ujian tulis.. abisnya udah hampir setahun ini, lomba-lomba gw slalu ada kaitannya dengan berbicara, berdebat, atau palingan menulis.. Pengen juga… itung2, apal2 rumus, haha

Dan alhasil “I said YES” buat ikutan. Bayar deh Rp 35.000,-

Dan as predicted.. gue emang bukan utusan skolah. krena yg jadi utusan skolah itu.. cuma 5 orang,, dan of course.. mereka yg hebat itulah yg diutus.. including anak2 kelas2. Hehe.. Smansa ngirim 17 orang. dan gue adalah.. anak kelas 3 yang pede untuk ikutan meskipun tahu bodoh banget..

hahah. krn emang ada semangat buat membuktikan.. at least. GUE HARUS MASUK SEMIFINAL (kalo final mah impossible banget). Jadi selama 4 hari jelang kompetisi.. gw sibuk membuka buka buku.. belajar dr awal.. hahaa. dan ternyata,,yah kemampuan gw jd lebih baik lah. even.. guru gue bilang gini “Loh.. iman ikutan juga?”, dan gue langsung jawab “Iya bu. disuruh mama.. sebenernya nggak niat juga.. males buk. tp gak papalah skalian belajar”.. saking sebelnya gw. 

Kompetisi pun tiba.. ternyata ada 400 orang yang ikut )ramai juga. hhe. disuruh ngerjain 100 soal dalam waktu 2 jam.. sumpah.. dah komat kamit mulut gw ngerjainnya.. hahaa. saking ngejarin waktu. haaha

Dan ternyata. hehe.. masuk semifinal. numb 13.. dan yang bikin gw senang. gw adalah anak non utusan skolah yg paling tinggi nilainya. hahaha. di atas gue, ada 2 anak utusan skolah.. hho. sudahlah. target sudah sampai..’dan gue males aja blajar buat final.. krn kebetulan emang sibuk banget juga.. les, pr, dll

Dan.. parahnya pas ada pelatihan buat anak2 olimpiade di skolah,, gue ga pernah datang juga. Haha.. krn hri Jum’at nya gue les nurul fikri, intensif simak UI. gelo.. 30 ribu/ hr kalo diitung. menurut teori oppurtunity cost (yg abis gue baca), kayaknya lebih bagus gw mengorbankan pelatihan olimpiade dibanding les. haha

dan sabtunya, jadwal pelatihan juga.. gue nggak datang. krena bgini:

Jum’at malam buk Mis, nelpon. katanya gue disuruh ikutan Lomba MC. “Man.. ikutan ya lomba MC besok ya, kamu ikut yang kategori formal aja. soalnya MC kelas 2 lagi pada pelantika rohis smua”, dan entah angin apa yang membuat gw langsung jawab “OKE bu’”. Padahal. saat itu.. gw blom prepare apa-apa. even.. gw nggak tau sama skali seperti apa lombanya. haha

dan esoknya. sabtu gw memberanikan diri datang ke UNP (Tempat lombanya). dan ternyata 2 adek kelas gue juga ikutan. si Thessa (biasanya di skolah dia jd mc acara hiburan.. n of course.. dia ikutan kategori informal). then.. evelynd (sekre osis, junior gw, yang gw sendiri ga tau kalo dia bisa juga ngemci). 

Ternyata, susunan acara yg gue bcaian udah disediain ama panitia. dan gue cuma butuh improve. dan ternyata, kategori formal smuanya dikasih materi “acara serah terima jabatan osis”. Hhe.. dan. gue dapat numb lot agak awal. dan pas giliran gw.. umm.. nervous (heran.. biasanya ada walikota, gubernur, nggak pernah gemetaran). tp ini kaki gw gemeteran banget. untung aja ga keliatan.. hehe. mungkin krn gw pake standing mike.. dan alhasil.. mike gw ambil, dan gw ngemci dengan gaya biasanya aja..

Hho.. akhirnya. menang juga. heheh. Juara 1. Score gw 670. yang Juara 2 anak nusatama, nilainya 620. dan adek kelas gw si evelynd juara 3, nilainya 615.

dan si Thessa,, juara 3 di kategori informal..

untung aja gue ikutan lomba ini.. krn apa sodara sodara.. td final lomba ekonomi.. sudah saia duga.. gue nggak masuk final.. ahaha. even.. ga ada satupun anak skolahan gw yg masuk final. haha.. siap2 lah.. guru ekonomi tersayang esok hri akan memarahi kami smua.. uffffff..

untung dah dapet duit dr lomba MC. hahaha

Yeah, sepertinya kondisi badan saya aga kurang fit belakangan ini. Masih tetep semangat sih, dan masih bisa berlebai ria, tapi emang dipaksain. Hehe. Nggak taulah, pressures yang ada di sekitar saya ditambah ambisi, bikin saya jadi makin pusing. Hehe. Atau kalo nggak pusing, bisa dibilang saya jadi semakin ragu dengan kemampuan saya sendiri.

Mulai dari les yang makin nambah. Well, sebenarnya ini biasa aja untuk ukuran anak smansa yang super doyan les. Tapi bagi saya, ini sudah cukup melelahkan. Haha. Secara, Senin skolah ampe jam 3. Jam 4 nya udah les lagi ampe jam 8. Kamis, jam 7 malam les ampe jam 10 malam. Then. Jum’at jadwal les ampe jam setengah 6. dan sabtu.. sore. selebihnya at least skolah ampe jam 4. Yeah..

Saya makin ragu dengan kemampuan saya. semakin lama saya ngerjain soal -soal. semakin saya takut. haha. abisnya, MATDAS dan ekonomi itu bener bener bikin hopeless. Jangankan untuk memenuhi ambisi sekolah terhadap nilai UN saya. Bisa lulus dengan nilai rata rata 7 aja udah luar biasa rasanya.

Uff.. smoga aja saya masih bisa bertahan dan jadinya nggak antiklimaks. tetep semangat!

Oh. Desember emang udah berlalu.. dan historia di bulan itulah yang membuat saya hingga saat ini tidak sempat menulis blog.. Haha. Mohon dimaklumi. Tapi saya cukup surprise, ternyata grafik kunjungan ke blog ini tetap stabil, meskipun tidak ada posting. Hehee. Well. Kejadian kejadian di Bulan Desember itu antara lain:

Ujian Semester Ganjil 

Ini cukup menyiksaku. Haha. Yeah. dan mungkin saya kurang fokus untuk ujian kali ini. Hehehe. nggak tahu juga, nggak begitu semangat menghadapi ujian. dan don’t u know, sampai saat ini saya masih nggak habis pikir dengan hasil hasil ujian yang sangat nggak banget itu. Heran aja.. 

uk-fam

Liburan skaligus Study Tour with Classa D Social

Well. Bulan Desember ini saya mengunjungi one of my fav one.. haha. Mr. Thirkell (Guru British Int. School Jkaarta). Yeah. Saya kaget, rumahnya di Bintaro sangat mantap.. ahahhaa.. akhirnya bisa homestay juga di rumah gedongan. haha.. lutchu.. dan.. bener2 B.Inggris saya teruji disini. tinggal 1 hari bersama UK Family,, ya ampun.. British Englishnya cukup menyiksa telinga saya untuk mendengar, dan menguras otak saya untuk menangkap apa yg ia maksud. Haa. tp cukup FUN. Then.. saya juga sempat main ke rumah Bang Poempi (sahabat baru saya; begitu dia sering memperkenalkan saya di depan rekan-rekannya), yang kata anak-anak IPS , “rumahnya kayak showroom mobil”

Then. di Bulan Desember ini, akhirnya kita sukses ngadain study tour IPS ke Jakarta Bandung,, Hehe.. meskipun diikuti dengan sejumlah tragedi. Haha. Dan perjalanan ini telah mengursa duit saya sebesar 2 juta untuk shopping di Bandung. Haaha. Dasar Shoppaholic.  Overall.. saya semakin dekat dan menyatu dengan Classa d Social. 

Terima Rapor

Rapor semester ini bener bener menyiksa saia. bahkan amat sangat menyebalkan. Alhamdulillah saya masih bisa Juara 1. Masih bisa mempertahankan rekor juara selama di IPS. tapi.. nilainya, bener bener membuat saya kecewa berat.  Ini hasil rapor saya semester ini, serta perbandingannya dengan semester yang lalu:

Agama : 94 (naik dari 87)

KWN : 90 (tetap)

B. Indonesia : 83 (Turun dari 90)

B. Inggris : 98 (Turun dari 99)

Matematika : 80 (Naik dari 78)

Sejarah : 90 (Turun dari 94)

Geografi : 87 (Naik dari 85)

Ekonomi : 79 (Turun dari 90)

Sosiologi : 79 (Turun dari 98) 

TIK: 86 (Naik dari 85)

B.Arab : 88 (Tetap)

Rata rata : 86,8 (Turun dr 89,8)

Rapor kali ini cukup membuat saya kaget. Saya STRESS Berat. bener bener unexpectable. Saya pikir, saya bakal naik nilanya. tapi jangankan naik, yang ada saya jatuh dengan tragisnya. Meskipun masih Juara 1. Tapi nilai ini bener bener masih jauh jikalau dibandingkan Juara Umum IPA dan anak-anak IPA lainnya yang nilainya entah kenapa dikatrol abis abisan. PerbandinganL Juara UMUM IPA: rata-ratanya 94 (memang dia luar biasa pintarnya)

Saya SHOCK di 3 nilai. Yang pertama B.Indo. Saya tahu, saya agak Illfeel ama guru nya. dan gurunya mungkin aga ga suka ama saya gara-gara sering nggak masuk kelas. Tapi nggak adakah harganya, prestasi saya di lomba karya tulis nasional? debat b.indonesia? nggak adakah hargnya bagi beliau? 

Kedua, Ekonomi. Saya pikir, saya bakalan dapat nilai aman 85. Tapi.. ternyata wali kelas saya menghancurkan impian saya. Ada masalah apa? Nilai ulangan saya masih bagus. Tugas lengkap. Heran! Kenapa teman – teman yang lain bahagia luar biasa dengan nilai ekonominya, tapi saya.. Oh! nggak ada artinya kah Juara Debat Ekonomi itu? padahal saya satu-satunya anak IPS. hiks 

Ketiga, dan yang hampir membuat saya meraung di jalanan (lebai) adalah sosiologi. saya tahu si Bapak Guru selektif ngasih nilai. dan saya pikir bakal dapat nilai aman 90. Soalnya, tugas lengkap, diskusi mantap! Tapi kenapa? Selama ini, sosio selalu jdi lumbung nilai. Soalnya saya nggak pernah dapat sosiologi di bawah 95. even.. hampir selalu 98. tapi kenapa, kali ini justru sosiologi jadi nilai terendah di rapor saya?

Saya benar benar kecewa.. 

Alhasil, perjuangan saya untuk PMDK HI UI, smakin berat! Di saat orang menikmati indahnya nilai kelas 3. saya menangisi nilai saya ini. Memang sih, untuk PMDK HI UI, masih saya yang dikirim dari skolah. tp dengan nilai akumulasi 86,2  saya amat nggak yakin. Bandingkan aja ama yang dikirim bwat PMDK Kedokteran UI, nilainya 90,3 (busyet!!). Entahlah.. smoga rezeki tetap berpihak pada saya. Semoga Allah memberikan jalan yang barokah. Jikalah HI UI adalah jalan hidup saya, mungkin nggak akan lari kemana. dan smoga, UI mempertimbangkan dan menghargai prestasi saya. smoga saja

dscn2591Wah. saya benar-benar kaget menerima message dr MSN nya si Caesha 1 jam yang lalu “Iman.. Happy Birthday ya!”. Dan saya pun menjawab “Eh salah.. saya bday nya 21st Dec. Bukan sekarang”. Caesha: “Ye.. JENESYS!! JENESYS suda setahun!!” What? Saya pun diam. dan saya memandangi kalender di kamar saya (anggap saja begitu.. didramatisasi ceritanya), ternyata sekarang tanggal 7!! Saya baru tahu

Ternyata ujian semester kemarin membuat otak saya jdi lebai.. Haha.. hingga tak ingat lagi tanggal. AFS-JENESYS , adalah sebuah program pertukaran pelajar yg dibiayai pemerintah Jepang untuk anak-anak dari 8 negara. Yeah.. melewati seleksi selama 1 tahun lebih.. akhirnya berangkat ke JEPANG! hahaha.. Negeri yang akan tetap saya cintai, setelah Indonesia. Haha. 

Memoar setahun yang lalu, kalo diingat-ingat bisa bikin nangis (lebai.. ).  Dimulai dengan masa masa orientasi yang luar biasa hebadnya, capeknya, ngantuknya, dan menyedihkannya. Nggak tidur untuk persiapan Farewell. harus latian nyanyi jam 3 pagi, latihan koreo ampe subuh, dan hal hal lain yang menakjubkan. kena marah ama kak zeki, kak reska, kak alex, dll. Haha.. hingga Farewell datang. LUARRR BIASA! KELUARGA BARU YANG MENAKJUBKAN

Esoknya 7 Desember. Sejak sore, kita smua udah ngumpul di Soekarno Hatta, untuk berangkat ke Tokyo for d first time. Jam 10 malam.. pesawat Japan Airlines berangkat. Di pesawat,, kisah2 aneh terjadi.. haha.. hingga esoknya.. dan selama 2 minggu saya berada di Jepang. Wah.. Bertemu dengan keluarga baru yang tak kalah hebadnya. The Shinozawas. Mm.. saya sudah lama ga contact mereka.. sepertinya saya mau nelpon esok pagi. Tokyo, Kyoto, Nagoya, dan Hiroshima dah jadi saksi kisah itu. Wah,,

dan hingga tanggal 21 Desember datang, di mana kami harus kembali ke negeri ini. Di hari ulang tahun saya.. FIFA dan VIDYA ngasih kejutan.. anak2 nyanyi Happy Birthday pas boarding, dan luar biasa.. saya belum pernah merasakan seperti ini.

Semua bermula dari sana

Ke Jepang pada saat itu, berbeda dengan saat saat saya ke luar negeri setelahnya. Karena itu pertama kalinya saya ke luar negeri! Karena untuk kesana, saya harus menanti selama 1 tahun! Dan Jepang membuka pandangan saya yang lebih fresh dan open minded. Saya smakin interest dengan isu isu global, khusunya intercultural learning.

Dulu saya sempat berpikir.. kenapa yah saya nggak dapat YEAR PROGRAM? Kenapa saya harus ke Jepang, bukan USA atau EUROPE? saya masih ingat ketika pertanyaan itu kami lontarkan ma bu Irid (PEMBINA AFS Indonesia). dan beliau menjawab “Kami menentukan program beradasarakan banyak alasan. salah satunya, kami menganggap bahwa kalian akan jauh lebih baik jika dapat program ini”. Dan kini saya menyadarinya. Itu benar!

Saya nggak pernah menyesal, dan selalu bersyukur bisa dapat 2 minggu yang luar biasa itu. Kalo saya dapat yang 1 tahun (year program), mungkin saya nggak akan pernah mendapatkan hal hal lain yang nggak kalah menakjubkannya. Semangat kompetisi saya semakin terpacu sejak saat itu. Dalam 6 bulan bisa dapet more than 25 achievements. jadi delegasi Indonesia.. dan juga ke China. Saya mungkin nggak bisa concern bwat memperjuangkan hak hak anak, saya mungkin ga bisa ini. itu.. dan ga bisa jadi Pemimpin Muda. Semua Bermula dari Sana. Dan saya percaya.. Tuhan punya rencana dalam setiap Keputusan Nya. I believe in U. Thanks God, for this plan.